MURIANETWORK.COM - Lulusan baru dari jurusan apa yang paling mudah mendapatkan pekerjaan? Sebuah analisis terbaru dari Federal Reserve Bank of New York mengungkap jawabannya. Berdasarkan data Sensus 2024, riset yang mempelajari lulusan berusia 22-27 tahun ini menunjukkan bahwa jurusan-jurusan yang berorientasi pada interaksi langsung dengan manusia, seperti pendidikan dan layanan kesehatan, mendominasi daftar dengan tingkat pengangguran terendah. Temuan ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika pasar kerja terkini.
Dominasi Bidang Interaksi Manusia
Analisis tersebut mengungkap pola yang menarik. Empat dari sepuluh program studi dengan tingkat pengangguran terendah ternyata berasal dari bidang pendidikan. Pendidikan khusus bahkan mencatat angka yang sangat rendah, yaitu 0,7 persen. Jurusan lain seperti layanan sosial (1,9 persen) dan keperawatan (2,1 persen) juga memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata tingkat pengangguran lulusan baru yang berada di angka 4,2 persen.
Hal ini sejalan dengan tren perekrutan yang diamati belakangan ini, di mana peran yang membutuhkan sentuhan dan kehadiran fisik semakin diutamakan. Sektor kesehatan dan bantuan sosial, misalnya, disebut-sebut menjadi penyumbang utama pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta dalam setahun terakhir.
Konteks Demografi dan Proyeksi Masa Depan
Tren ini tidak muncul begitu saja. Salah satu pendorong utamanya adalah kondisi demografi di Amerika Serikat, di mana populasi yang menua dengan cepat menciptakan permintaan besar akan tenaga profesional di bidang perawatan. Proyeksi resmi dari Departemen Tenaga Kerja setempat memperkirakan bahwa pekerjaan seperti perawat, asisten terapis fisik, dan asisten dokter akan termasuk yang tumbuh paling pesat dalam dekade mendatang.
Namun, studi dari Federal Reserve New York juga mengingatkan adanya pertimbangan lain di luar sekadar kepastian kerja.
Trade-off Antara Keamanan Kerja dan Gaji
Di balik angka pengangguran yang rendah, sering kali terdapat kompensasi finansial yang juga lebih terbatas. Analisis menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh jurusan dengan pengangguran terendah menghasilkan gaji awal di bawah angka median USD58.000 untuk lulusan baru pada 2024.
Sebagai contoh, lulusan pendidikan khusus dan layanan sosial memperoleh gaji awal sekitar USD46.000 dan USD43.000. Meski peluang kerjanya sangat terbuka, imbalan ekonominya relatif moderat.
Namun, ada beberapa pengecualian yang menarik. "Keperawatan (USD70.000) dan teknologi teknik (USD65.000) merupakan pengecualian. Kedua prodi ini menggabungkan tingkat pengangguran rendah dengan gaji di atas rata-rata," ungkap laporan tersebut, menyoroti kombinasi ideal antara stabilitas dan pendapatan.
Mengukur Kesesuaian Kerja dengan Gelar
Bank Sentral New York juga mengamati konsep "pengangguran terselubung", yaitu kondisi di mana lulusan bekerja pada posisi yang sebenarnya tidak memerlukan gelar sarjana. Di sini, keperawatan kembali menonjol dengan tingkat terendah, hanya 12,8 persen.
Berbagai cabang ilmu teknik juga menunjukkan performa kuat dalam hal ini, dengan tingkat pengangguran terselubung di bawah 20 persen. Angka-angka ini mengindikasikan kesesuaian yang tinggi antara kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dengan tuntutan pekerjaan yang dijalani setelah lulus.
Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah (2024)
- Pendidikan Khusus: 0,7%
- Pendidikan Lainnya: 1,1%
- Pendidikan Dasar: 1,2%
- Pertanian: 1,4%
- Bahasa Asing: 1,6%
- Geografi: 1,6%
- Teknologi Teknik: 1,7%
- Layanan Sosial: 1,9%
- Keperawatan: 2,1%
- Pendidikan Menengah: 2,1%
Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terselubung Terendah (2024)
- Keperawatan: 12,8%
- Teknik Dirgantara: 14,7%
- Teknik Sipil: 15,6%
- Teknik Komputer: 15,8%
- Pendidikan Khusus: 16,0%
- Pendidikan Dasar: 16,2%
- Teknik Kimia: 17,9%
- Layanan Konstruksi: 17,9%
- Ilmu Komputer: 19,1%
- Teknik Mesin: 20,1%
Data-data ini memberikan peta yang lebih jelas bagi calon mahasiswa maupun para pembuat kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Meski tidak menjamin kesuksesan individu, temuan ini menegaskan bahwa pilihan jurusan tetap memiliki korelasi yang signifikan dengan peluang dan tantangan di dunia kerja nyata.
Artikel Terkait
Wagub DKI Rano Karno Usulkan Car Free Night untuk Imlek dan Ramadhan 2027 Sambut 500 Tahun Jakarta
Liam Millar: Dukungan Personal Jesse Marsch Kunci Bangkit dari Cedera Menuju Piala Dunia 2026
Israel Larang Imam Masjid Al-Aqsa Masuk Kompleks Suci Jelang Ramadan
Denpasar Siapkan Festival Lampion Sambut Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota