Udara di Yerusalem Timur terasa makin tebal. Sheikh Muhammad Ali Al-Abbasi, seorang imam di Masjid Al-Aqsa, mendapati dirinya tak bisa mendekati tempat suci itu. Israel baru saja melarangnya masuk, dan larangan itu berlaku untuk sepekan ke depan.
“Saya telah dilarang masuk masjid selama seminggu,” ujarnya kepada AFP, suaranya terdengar berat. “Dan perintah itu bisa saja diperpanjang.”
Menurutnya, tak ada penjelasan sama sekali dari pihak Israel soal alasan di balik keputusan ini. Larangan itu sendiri sudah mulai berlaku sejak Senin lalu. Yang membuatnya semakin pilu, Sheikh Abbasi baru kembali ke Al-Aqsa sebulan silam. Sebelumnya, dia harus menghabiskan waktu satu tahun penuh di rumah sakit usai mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah.
“Larangan ini adalah masalah serius bagi kami,” katanya, dengan nada yang jelas terdengar sedih. “Karena jiwa kami terikat pada Al-Aqsa. Al-Aqsa adalah hidup kami.”
Di sisi lain, laporan dari Anadolu Agency mengonfirmasi penahanan singkat yang dialami Sheikh Abbasi. Otoritas Israel menahannya sebelum kemudian melarangnya memasuki kompleks masjid selama tujuh hari. Yang menarik, langkah ini terjadi hanya beberapa hari sebelum bulan suci Ramadan dimulai. Situasinya memang sedang tidak stabil.
Pemerintah Provinsi Yerusalem sendiri mengeluarkan pernyataan resmi. Isinya menyebutkan bahwa sang syekh ditahan oleh pasukan Israel dan langsung dikenai larangan masuk. Namun begitu, pernyataan itu sama sekali tidak mencantumkan alasan yang jelas. Semuanya terjadi dalam situasi yang mencekam, di tengah eskalasi ketegangan Israel yang terus merambat di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Positif Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis
Prabowo Kunjungi Prancis untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun, Tegaskan Hubungan Bilateral di Level Terbaik
HIPMI Jaya Salurkan 14 Sapi dan 10 Kambing untuk Kurban di Jakarta
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Melonjak Jadi 41 Kali Sehari, Status Siaga Dipertahankan