Rabu besok, umat Muslim di Arab Saudi akan memasuki bulan Ramadan. Pengumuman resmi datang dari Mahkamah Agung setempat, yang menyatakan hilal penentu awal bulan suci itu telah berhasil terlihat.
Artinya, puasa Ramadan 1447 Hijriyah di sana dimulai tanggal 18 Februari. Seperti biasa, dari terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam akan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa. Ini jadi penanda dimulainya bulan penuh refleksi dan kebersamaan itu.
Namun begitu, di Indonesia ceritanya berbeda. Pemerintah kita, melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, memutuskan hal lain.
Sidang yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, itu dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hasilnya? Awal Ramadan justru ditetapkan jatuh sehari setelah Arab Saudi.
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR Desak Negara Tanggung Biaya Pengobatan dan Lindungi Aktivis Andrie Yunus
Kim Jong Un Ajak Putri Saksikan Peluncuran Rudal, Sebut Ancaman untuk AS dan Korsel
Kapolri Bentuk Posko Khusus dan Janjikan Perlindungan Saksi Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Memadati Stasiun Pasar Senen