Rabu besok, umat Muslim di Arab Saudi akan memasuki bulan Ramadan. Pengumuman resmi datang dari Mahkamah Agung setempat, yang menyatakan hilal penentu awal bulan suci itu telah berhasil terlihat.
Artinya, puasa Ramadan 1447 Hijriyah di sana dimulai tanggal 18 Februari. Seperti biasa, dari terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam akan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa. Ini jadi penanda dimulainya bulan penuh refleksi dan kebersamaan itu.
Namun begitu, di Indonesia ceritanya berbeda. Pemerintah kita, melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, memutuskan hal lain.
Sidang yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, itu dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hasilnya? Awal Ramadan justru ditetapkan jatuh sehari setelah Arab Saudi.
Artikel Terkait
Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Cikarang, 7 Senjata Tajam Disita
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat dan Rudal AS-Israel dalam Serangkaian Insiden
Kapal Prancis Pertama Melintasi Selat Hormuz Sejak Konflik dengan Iran Memanas
Perawat RSUD Datu Beru Dinonaktifkan Usai Video Joget di Ruang Operasi Viral