MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat kembali beraktivitas dengan suasana hati yang beragam pada Selasa (17 Februari 2026) pagi waktu setempat. Pembukaan perdagangan ini mengikuti jeda panjang akhir pekan yang diperpanjang oleh libur Hari Presiden. Indeks-indeks utama bergerak dalam koridor yang sangat sempit, mencerminkan kehati-hatian investor dalam menyambut sejumlah laporan ekonomi kunci dan hasil kinerja perusahaan yang akan datang pekan ini.
Performa Awal yang Lesu dan Tekanan di Sektor Teknologi
Seperti yang dilaporkan dari lantai bursa, pergerakan saham terasa lesu sejak bel pembukaan dibunyikan. Indeks S&P 500 hampir tidak menunjukkan perubahan, sementara Dow Jones Industrial Average hanya menguat tipis 28 poin. Nasdaq Composite pun tercatat datar. Kehati-hatian ini tampaknya akan berlanjut, dengan pasar memperkirakan potensi tekanan lebih jauh seiring dimulainya pekan perdagangan yang dipadatkan oleh agenda rilis data.
Gelombang pasang surut terutama terasa di kubu saham teknologi. Fluktuasi sentimen terhadap investasi besar-besaran di bidang kecerdasan artifisial (AI) terus menjadi penggerak volatilitas. Bahkan, tujuh raksasa teknologi yang kerap disebut "Magnificent Seven" Apple, Microsoft, Nvidia, Amazon, Tesla, Alphabet, dan Meta Platforms semuanya tercatat melemah dalam perdagangan pra-pasar pagi itu.
Dinamika Saham Perusahaan Media dan Konsumen
Di tengah suasana yang umumnya hati-hati, beberapa saham individual menunjukkan pergerakan yang lebih dinamis. Saham Warner Bros Discovery, misalnya, melonjak 2,5 persen. Penguatan ini dipicu oleh keputusan Netflix yang memberikan pengecualian tujuh hari, membuka peluang bagi Warner untuk kembali membicarakan rencana pengambilalihan Paramount Skydance.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 3,05%, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut ke Level 7.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,9 Juta per Gram
IHSG Anjlok 3,05% Jelang Lebaran, Tekanan Global dan Minyak Picu Aksi Jual
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Selat Hormuz Tetap Tertutup Picu Kekhawatiran Pasar