Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menembus angka Rp100.000 per kilogram pada Senin, 1 Juni 2026, atau sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Adha. Alih-alih mengalami penurunan pascahari raya, komoditas bumbu dapur ini justru mencatat lonjakan harga yang paling tajam dibandingkan jenis cabai lainnya.
Kenaikan harga terpantau di Pasar Citra Niaga Kota Jombang, salah satu pusat perbelanjaan utama warga. Para pedagang mengaku mulai merasakan gejolak harga sejak beberapa hari sebelum Idul Adha, dan puncaknya terjadi pada hari ini.
Mujiati, seorang pedagang sayur di pasar tersebut, membeberkan bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. “Cabai merah besar dari sebelumnya Rp40.000 sekarang naik menjadi Rp70.000. Cabai rusak juga naik dari Rp18.000 per kg jadi Rp30.000,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Para pedagang mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari distributor mengenai penyebab utama meroketnya harga. Namun, mereka menduga lonjakan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah sentra produksi. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai telah merusak banyak tanaman cabai milik petani hingga menyebabkan gagal panen.
Akibatnya, pasokan atau stok cabai di tingkat agen menjadi sangat menipis. Sementara itu, permintaan pasar pascalebaran masih tergolong tinggi, sehingga tekanan harga semakin tidak terhindarkan.
Di tengah situasi ini, para pedagang dan ibu rumah tangga di Jombang berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka mendesak agar operasi pasar segera digelar untuk menstabilkan kembali harga komoditas pangan yang tengah melambung tinggi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Selasa 2 Juni 2026: Imsak Pukul 04.35, Subuh 04.45 Wita
Pemerintah Siapkan Lapangan Jusuf Hamka sebagai Pos Pengungsian Utama Korban Kebakaran Kebon Kosong
Dudung Kenang Wejangan Ryamizard: Prajurit Harus Cinta Rakyat, Bukan Lawan Rakyat
InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Pemulangan Lebih dari 200 Ribu Jemaah Haji