Seorang ibu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih merasakan gemas dan ketakutan yang mendalam. Bayinya nyaris saja dibawa oleh orang tak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Meski rumah sakit sudah meminta maaf, bagi Nina Saleha, ceritanya tak sesederhana itu. Ia mencium ada unsur kesengajaan dalam kejadian yang hampir merenggut buah hatinya itu.
Semua berawal Minggu, 5 April 2026. Nina dan suami membawa bayinya yang masih dirawat ke RSHS. Saat si kecil dimandikan di ruang perawatan, mereka keluar sebentar untuk membeli makan. Begitu kembali ke ruang NICU, pemandangan yang tak terduga menyambut. Bayinya digendong oleh seorang perempuan orang tua pasien lain tanpa gelang identitas di tangan.
Awalnya sih, Nina cuma merasa ada yang tak beres. Tapi perasaan itu makin kuat.
"Kok feeling enggak enak, ternyata pas ke atas anak saya udah ada yang pegang sama si ibu itu. Saya kok curiga karena selimutnya kayak anak saya warna biru," ujar Nina, seperti dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu (12/4/2026).
Dugaan itu mendorongnya untuk mengecek inkubator. Kosong. Dadanya langsung sesak. Dengan sigap, ia mendekati perempuan itu dan menarik lengannya.
"Cuma pas lihat dulu ke inkubator kok enggak ada anak saya. Saya tarik si ibunya, (saya bilang) kok ini selimut baju sama topi kayak punya anak saya. Pas lihat muka, iya ini anak saya," kenang Nina.
Panik, ia berteriak minta tolong pada perawat yang ada di sekitar. Tanggapan yang diterima justru bikin hati Nina semakin panas. Seorang perawat mengaku menyerahkan bayinya kepada perempuan tak dikenal itu. Alasannya? Saat nama Nina dipanggil, tak ada yang menjawab. Karena cuma perempuan itu yang ada di lokasi, sang perawat pun mengira dialah ibunya.
"Langsung panggil-panggil suster, (mereka bilang) 'tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina kenapa enggak ada? ya sudah saya kasihin (karena) sudah enggak ada yang nyaut kirain saya itu kan Ibu," ungkap Nina menirukan ucapan perawat.
Tapi keanehan tak berhenti di situ. Saat Nina melaporkan kejadian itu pada petugas keamanan, responsnya terasa lamban, bahkan ketika bayinya masih dalam gendongan orang asing. Yang membuatnya semakin geram, di puncak kepanikan itu, justru ada yang memintanya memberi rating pelayanan rumah sakit.
Nina pun menyoroti satu hal lain yang ia anggap sangat mencurigakan: gelang identitas bayinya ternyata digunting. Baginya, ini bukan sekadar kelalaian. Ini sebuah kesalahan yang hampir berakibat fatal. Kekecewaannya pada pelayanan RSHS Bandung, khususnya pihak perawat, masih terasa sangat mendalam.
Artikel Terkait
WNA Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Bekasi, Polisi Autopsi Jenazah
Sapi Kurban Mengamuk, Terobos Toko Kamera di Bogor
Gard Revolusi Iran Serang Pangkalan Militer AS sebagai Balasan atas Agresi di Bandar Abbas
Dewan Ekonomi Jerman Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Jadi 0,5 Persen, Daya Saing Industri Terancam