Kabupaten Brebes punya cerita baru. Dari Desa Sidamulya, capaian produksi Pabrik Pengolahan Bawang Merah yang dikelola Kelompok Tani Sidomakmur dan PT Sinergi Brebes Inovatif menuai pujian. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, tak ragu memberi apresiasi.
Bagi Endang, ini bukti nyata. Hilirisasi dan pemetaan potensi pertanian yang terarah ternyata berdampak besar. Visi pemerintahan Prabowo Subianto untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, katanya, menemukan bentuk konkretnya di sini.
"Hilirisasi bukan sekadar meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian desa dan memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah dinamika pasar global,"
ujar Endang dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu.
Ia terlihat antusias. Produksi bawang merah Brebes ini, menurutnya, bisa jadi contoh bagus. Pengelolaan pertanian yang berbasis potensi wilayah lokal. Dengan pemetaan zona agroekologi yang tepat, ketergantungan pada impor seharusnya bisa ditekan bahkan dihilangkan.
"Saya sangat bangga dan kagum. Seandainya kita memetakan agroecological zone dengan baik, seharusnya tidak perlu ada impor bawang,"
tegasnya.
Namun begitu, ingatannya melayang ke masa lalu. Sekitar 15 tahun silam, situasinya sungguh berbeda. Panen raya justru berbarengan dengan kebijakan impor. Akibatnya bisa ditebak: harga anjlok, petani merugi. Saat itu, kelebihan pasokan sampai-sampai bawang merah dibagikan gratis ke pengendara di jalan.
Syukurlah, kondisi itu perlahan berubah. Endang melihat, hilirisasi dan penguatan kelembagaan petani lewat koperasi desa punya peran kunci. Dua hal ini mampu menjaga stabilitas harga dan menguatkan ekonomi pedesaan.
Artikel Terkait
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik
JPU Soroti Janji Bukti Chat Pemerasan Rp300 Juta yang Tak Sesuai Klaim Ammar Zoni
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi
Pasangan Residivis di Ponorogo Ditangkap Usai Mencuri untuk Biaya Nikah