Canva tampaknya tak mau berhenti berekspansi. Platform desain yang sudah begitu populer itu baru saja mengakuisisi dua perusahaan sekaligus: Simtheory dan Ortto. Langkah ini jelas memperlihatkan ambisi mereka di ranah kecerdasan artifisial dan otomatisasi pemasaran.
Nilai pastinya ditutup rapat, tidak diumumkan ke publik. Tapi yang jelas, ini adalah bagian dari strategi besar Canva untuk jangka panjang. Mereka ingin infrastruktur AI dan solusi pemasaran terpadunya makin kokoh.
Menariknya, kedua perusahaan yang dibeli itu didirikan oleh Chris dan Mike Sharkey. Keduanya nantinya akan memegang peran kunci di Canva, memimpin pengembangan teknologi AI dan pemasaran. Jadi, bukan sekadar membeli aset, tapi juga merekrut otak di baliknya.
Lalu, apa yang didapat Canva? Kemampuan di bidang AI agenik dan pengelolaan data pelanggan akan makin kuat. Belum lagi soal otomatisasi pemasaran.
Simtheory, misalnya, punya keahlian membuat asisten AI yang paham kebutuhan bisnis. Asisten ini bisa bekerja di berbagai platform dan mengotomatiskan banyak tugas yang biasanya memakan waktu.
Di sisi lain, Ortto menghadirkan sesuatu yang dicari banyak marketer: integrasi. Data pelanggan dan alat otomatisasi pemasaran disatukan dalam satu platform. Hasilnya, interaksi dengan pelanggan entah lewat email, SMS, atau notifikasi bisa dikelola dengan lebih mudah dan terpusat.
Cliff Obrecht, COO dan salah satu pendiri Canva, tampak antusias dengan akuisisi ini.
“Simtheory mempercepat evolusi kami menjadi platform AI dengan desain dan produktivitas sebagai inti. Sementara Ortto memperkuat kemampuan kami dalam mendukung seluruh siklus pemasaran,” ujarnya.
Menurut Obrecht, langkah ini mempercepat transformasi yang sedang Canva jalani.
Dampaknya juga akan terasa pada Canva Grow, solusi mereka untuk bisnis yang ingin membuat konten sekaligus mengukur hasil kampanyenya. Dengan tambahan teknologi baru, fitur ini dipastikan akan makin powerful.
Ini bukan akuisisi pertama Canva, tentu saja. Sebelumnya mereka sudah mengakuisisi Doohly, Cavalry, MangoAI, dan MagicBrief. Sebuah perjalanan akuisisi yang cukup agresif, mencerminkan betapa seriusnya mereka berinovasi.
Dan semua ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Di penghujung 2025, Canva mencatat pendapatan tahunan mencapai 4 miliar dolar AS. Penggunanya meledak: lebih dari 265 juta orang, dengan 31 juta di antaranya adalah pelanggan berbayar. Pertumbuhan pengguna aktif bulanannya juga tetap sehat, naik sekitar 20 persen.
Melihat langkah ini, Canva jelas tak hanya puas menjadi alat desain biasa. Mereka sedang membangun sebuah ekosistem yang jauh lebih besar.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Merah Meski Ditekan Trump
Wamenaker Sebut Akses Pendidikan dan Pelatihan Tak Merata Jadi Hambatan Utama Pemuda Masuk Dunia Kerja
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga