Canva tampaknya tak mau berhenti berekspansi. Platform desain yang sudah begitu populer itu baru saja mengakuisisi dua perusahaan sekaligus: Simtheory dan Ortto. Langkah ini jelas memperlihatkan ambisi mereka di ranah kecerdasan artifisial dan otomatisasi pemasaran.
Nilai pastinya ditutup rapat, tidak diumumkan ke publik. Tapi yang jelas, ini adalah bagian dari strategi besar Canva untuk jangka panjang. Mereka ingin infrastruktur AI dan solusi pemasaran terpadunya makin kokoh.
Menariknya, kedua perusahaan yang dibeli itu didirikan oleh Chris dan Mike Sharkey. Keduanya nantinya akan memegang peran kunci di Canva, memimpin pengembangan teknologi AI dan pemasaran. Jadi, bukan sekadar membeli aset, tapi juga merekrut otak di baliknya.
Lalu, apa yang didapat Canva? Kemampuan di bidang AI agenik dan pengelolaan data pelanggan akan makin kuat. Belum lagi soal otomatisasi pemasaran.
Simtheory, misalnya, punya keahlian membuat asisten AI yang paham kebutuhan bisnis. Asisten ini bisa bekerja di berbagai platform dan mengotomatiskan banyak tugas yang biasanya memakan waktu.
Di sisi lain, Ortto menghadirkan sesuatu yang dicari banyak marketer: integrasi. Data pelanggan dan alat otomatisasi pemasaran disatukan dalam satu platform. Hasilnya, interaksi dengan pelanggan entah lewat email, SMS, atau notifikasi bisa dikelola dengan lebih mudah dan terpusat.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal