Iran Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Merah Meski Ditekan Trump

- Kamis, 28 Mei 2026 | 13:15 WIB
Iran Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Merah Meski Ditekan Trump

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mundur satu langkah pun dari garis merah yang telah ditetapkan, meskipun terus menerima tekanan dan retorika keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, pada Rabu malam waktu setempat. Ia menegaskan bahwa berbagai gertakan yang dilontarkan Trump sama sekali tidak akan membuat Iran melonggarkan batas-batas kedaulatannya.

Menurut laporan kantor berita Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026, Azizi merinci sejumlah isu fundamental yang masuk dalam kategori garis merah Iran. Poin-poin tersebut mencakup hak mutlak negara untuk melakukan pengayaan uranium, kepemilikan atas uranium yang telah diperkaya, otoritas penuh atas jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta tuntutan pencabutan seluruh sanksi ekonomi internasional. Azizi menilai bahwa manuver Presiden AS justru menunjukkan indikasi keputusasaan.

Melalui pernyataan di platform media sosial X, Azizi menyebut Trump tengah berusaha keras mencari jalan keluar dari kebuntuan strategis. Menurutnya, sikap Presiden AS itu labil karena bergantian antara melontarkan ancaman dan mengemis kesepakatan. Sikap keras parlemen Iran ini merupakan buntut dari eskalasi ketegangan regional yang terus memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Februari lalu.

Merespons agresi tersebut, Teheran tidak tinggal diam. Iran telah melancarkan serangan balasan berskala besar yang menargetkan Israel serta pangkalan sekutu AS di kawasan Teluk. Aksi tersebut dibarengi dengan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak dunia. Di tengah situasi geopolitik yang memanas, sebuah kesepakatan gencatan senjata akhirnya berhasil diberlakukan pada 8 April lalu.

Kesepakatan krusial tersebut terwujud berkat upaya mediasi dari pemerintah Pakistan. Masa berlakunya kemudian diperpanjang oleh Donald Trump untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Meskipun demikian, ketegangan antara kedua negara masih belum sepenuhnya mereda, dan Iran tetap pada pendiriannya untuk tidak menyerah pada tekanan asing.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags