Riau Bhayangkara Run 2026 Bagikan 15.000 Bibit Pohon Trembesi Lewat Boneka Anak Gajah

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:35 WIB
Riau Bhayangkara Run 2026 Bagikan 15.000 Bibit Pohon Trembesi Lewat Boneka Anak Gajah

Ada yang berbeda dari race pack Riau Bhayangkara Run 2026. Selain perlengkapan lari, sebanyak 15.000 peserta juga akan membawa pulang bibit pohon trembesi sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.

Bibit-bibit tersebut dibagikan melalui boneka anak gajah bernama Nona Seroja saat pengambilan race pack. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan, pembagian bibit pohon ini merupakan bagian dari kampanye Green Policing yang digagas Polda Riau untuk meningkatkan kolaborasi dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

"Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita," ujar Irjen Herry Heryawan dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Melalui ajang ini, pesan menjaga alam tidak hanya disampaikan lewat edukasi, tetapi juga diwujudkan dengan aksi nyata berupa penanaman pohon. Kapolda berharap para pelari pulang tidak hanya membawa medali, tetapi juga harapan baru untuk kelangsungan generasi dengan menanam bibit trembesi.

"Kami ingin Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang adu kecepatan atau selebrasi olahraga semata. Melalui boneka Nona Seroja dan bibit pohon ini, kami menyelipkan pesan edukasi dan kepedulian," kata jenderal bintang dua lulusan Akpol 96 tersebut.

Polda Riau berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya ribuan pohon baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Filosofi Nona Seroja

Nona Seroja sendiri merupakan anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kelahiran gajah betina ini menjadi simbol harapan baru dalam upaya penyelamatan gajah Sumatra yang populasinya terancam punah.

Nama Nona Seroja diberikan langsung oleh Kapolda Riau. Nama tersebut terinspirasi dari filosofi bunga seroja atau lotus yang mampu tumbuh di lingkungan berlumpur, namun tetap mekar dengan indah, bersih, dan murni. Filosofi ini menggambarkan harapan agar semangat menjaga kelestarian alam mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan lingkungan.

Melalui sosok Nona Seroja, Polda Riau ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan konservasi alam. "Satu pelari menanam satu pohon, bayangkan dampak hijau yang bisa kita ciptakan," imbuhnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags