Tiga pelajar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah aksi mereka membuat konten horor bertema pocong di media sosial justru memicu keresahan di tengah masyarakat. Mereka diamankan saat sedang melakukan siaran langsung di platform TikTok di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Kamis dini hari, 28 Mei 2026.
Aksi yang dilakukan ketiga remaja tersebut ternyata didorong oleh keinginan mengejar popularitas dan mendapatkan gift monetisasi dari platform berbagi video itu. Dalam siaran langsung yang mereka lakukan, salah satu pelaku tampil mengenakan kostum menyerupai pocong, sementara rekannya bertugas merekam dan menyiarkan perjalanan mereka yang berkeliling wilayah Sragen pada malam hari.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menilai fenomena pembuatan konten ekstrem demi mengejar viralitas di media sosial perlu menjadi perhatian serius, terutama di kalangan remaja. Ia mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang justru meresahkan atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Kapolres, aksi para pelajar itu pada dasarnya bertujuan untuk hiburan dan mencari perhatian publik di dunia maya. Namun jika dibiarkan tanpa pengawasan, tren serupa berpotensi memicu kepanikan warga hingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Jangan sampai demi mengejar viewers, likes, ataupun gift di media sosial, justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal positif, edukatif, dan membangun,” ujarnya.
Kapolres juga menyoroti pentingnya peran lingkungan terdekat dalam mengawasi perilaku remaja di era digital saat ini. Ia menekankan bahwa orang tua, keluarga, masyarakat, hingga pihak sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada anak-anak agar tidak terjerumus pada pembuatan konten berlebihan demi popularitas sesaat.
“Mari bersama-sama kita arahkan generasi muda untuk lebih kreatif, produktif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital,” pintanya.
Peristiwa itu bermula pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, ketika para pelajar berkumpul di sebuah rumah di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Mereka kemudian menyiapkan atribut dan kostum pocong yang akan digunakan untuk konten siaran langsung TikTok.
Memasuki pukul 22.30 WIB, siaran langsung pun dimulai. Dengan mengendarai sepeda motor, rombongan berkeliling menuju sejumlah titik di pusat Kota Sragen, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro, hingga kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder. Lokasi-lokasi tersebut sengaja dipilih karena dikenal sepi pada malam hari dan dinilai mampu menciptakan suasana mencekam yang dapat menarik perhatian penonton.
Namun aksi mereka tidak berlangsung lama. Saat berada di area terowongan rel kereta api, ketiganya langsung diamankan oleh anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang sedang melakukan patroli dan memantau aktivitas di media sosial.
Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) yang berperan sebagai pocong, RG (17) selaku operator siaran langsung, dan JS (17) yang ikut dalam rombongan. Dari hasil pendalaman sementara, polisi tidak menemukan motif tindak pidana lain selain pembuatan konten hiburan untuk meningkatkan interaksi di akun media sosial mereka.
Meski demikian, polisi menilai fenomena ini tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi meresahkan warga dan memicu gangguan keamanan. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya lebih mengedepankan pembinaan terhadap ketiga anak tersebut dengan melibatkan orang tua dan sekolah.
“Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kemenhub Apresiasi Batam Tambah Armada Trans Batam Jadi 52 Unit pada 2026
Pertamina Salurkan 4.400 Hewan Kurban ke Masyarakat Sekitar Wilayah Operasi
Harga TBS Petani Swadaya Anjlok di Bawah HPP, Apkasindo Sebut Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Pasar
Rusia Hapus Utang Rp2,5 Miliar bagi Warga yang Mau Bertempur di Ukraina