Jersey Timnas Piala Dunia 2026: Filosofi Budaya hingga Kolaborasi Bersejarah Jordan Brand dan Brasil

- Kamis, 28 Mei 2026 | 13:30 WIB
Jersey Timnas Piala Dunia 2026: Filosofi Budaya hingga Kolaborasi Bersejarah Jordan Brand dan Brasil

Dua pekan menjelang kick-off Piala Dunia 2026, persaingan antarnegara peserta sudah terasa panas, bukan hanya di atas lapangan hijau, melainkan juga melalui peluncuran jersey terbaru masing-masing tim nasional. Tiga raksasa apparel olahraga dunia, Adidas, Nike, dan Puma, tampil agresif dengan menghadirkan desain yang tidak hanya modern secara estetika, tetapi juga sarat akan filosofi budaya dan identitas nasional. Sejumlah jersey bahkan langsung viral di media sosial karena tampil berani dan artistik, mulai dari filosofi persatuan yang diusung Jepang hingga sentuhan seni tradisional dari Argentina.

Salah satu desain yang paling ikonik datang dari Jepang. Jersey tandang produksi Adidas ini mengusung konsep “Colours Beyond the Horizon” atau “Warna di Balik Cakrawala”. Dengan dasar putih gading, jersey ini dihiasi 12 garis berwarna berbeda yang masing-masing melambangkan satu pemain di lapangan. Sebuah garis merah di tengah menjadi simbol keluarga besar sepak bola Jepang. Menariknya, untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Adidas menghadirkan kembali logo Trefoil pada jersey timnas Negeri Sakura tersebut. Nuansa desainnya pun turut terinspirasi dari seragam bisbol yang populer di Jepang.

Sementara itu, Argentina mengangkat seni tradisional khas Buenos Aires. Jersey tandang tim juara bertahan dunia ini terinspirasi dari Fileteado Porteño, seni dekoratif yang terkenal dengan pola spiral dan warna cerah. UNESCO telah mengakui seni tersebut sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2015. Perpaduan pola spiral biru dengan dasar hitam dan putih pada jersey berhasil menciptakan tampilan yang elegan namun tetap modern.

Dari Eropa, Puma mengusung tema “Connecting Heroes” untuk jersey tandang Portugal. Desainnya terinspirasi dari sejarah maritim Portugal yang erat dengan lautan. Perpaduan warna aquamarine, putih, dan hijau laguna membentuk pola gelombang abstrak yang mencerminkan identitas bangsa pelaut. Inspirasi ini juga merujuk pada tokoh-tokoh bersejarah seperti Vasco da Gama dan Pangeran Henry the Navigator.

Di sisi lain, Ghana menjadi salah satu tim dari benua Afrika dengan desain paling mencolok. Jersey kandang produksi Puma ini memadukan warna putih dengan aksen merah, kuning, dan hijau yang merepresentasikan warna nasional Ghana. Simbol Black Star atau Bintang Hitam terpampang di bagian dada sebagai lambang kebanggaan nasional. Motif jaring laba-laba yang turut menghiasi jersey merupakan penghormatan terhadap Kwaku Ananse, tokoh mitologi Ghana yang melambangkan kreativitas dan kebijaksanaan.

Namun, Brasil menorehkan sejarah baru dalam dunia jersey sepak bola internasional. Jersey tandang Brasil untuk Piala Dunia 2026 menampilkan logo Jordan Brand sebagai pengganti logo Nike Swoosh yang biasa. Kolaborasi bersejarah ini memadukan warisan sepak bola Brasil yang ikonik dengan budaya streetwear dan basket dari Jordan Brand. Desain jersey ini terinspirasi dari poison dart frog atau katak panah beracun yang hidup di hutan hujan Amerika Selatan. Warna biru kerajaan dengan pola abstrak bergerigi membuat jersey Brasil tampil modern dan agresif.

Peluncuran jersey unik yang penuh makna dari para peserta Piala Dunia 2026 ini membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal persaingan di atas lapangan, tetapi juga tentang identitas, budaya, dan kreativitas sebuah negara. Lewat sentuhan desain yang berani dan penuh filosofi, setiap jersey hadir membawa cerita yang memperkuat karakter tim nasional masing-masing.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar