Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras untuk membombardir Oman apabila negara tersebut membantu Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah rapat kabinet yang berlangsung beberapa waktu lalu, sebagaimana dilaporkan oleh media asing pada Kamis (28/5/2026).
Sejak Februari lalu, Iran menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer terhadap negara itu. Penutupan jalur maritim strategis tersebut langsung mengguncang pasar energi global, mengingat selat ini merupakan salah satu titik transit utama minyak bumi dunia.
Dalam rapat kabinet tersebut, Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz harus terbuka untuk semua pihak. "Selat itu akan dibuka untuk semua orang," ujarnya. "Tidak ada yang akan mengendalikannya. Kita akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya."
Selat Hormuz terletak di antara Iran dan Oman. Teheran sebelumnya mendorong negara tetangganya itu untuk bersama-sama mengelola jalur maritim tersebut. Namun, respons Trump terhadap potensi kerja sama itu justru bernada ancaman.
"Oman akan berperilaku baik. Atau kita akan membombardir mereka. Mereka mengerti itu. Mereka tidak akan macam-macam," kata Trump.
Sementara itu, upaya Trump dalam beberapa pekan terakhir untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran dinilai belum membuahkan hasil. Dalam rapat kabinet yang sama, Trump menuduh Iran sengaja menunda perundingan hingga pemilu sela di Amerika Serikat pada November mendatang.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Merah Meski Ditekan Trump
Wamenaker Sebut Akses Pendidikan dan Pelatihan Tak Merata Jadi Hambatan Utama Pemuda Masuk Dunia Kerja
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga
Sapi Kabur Saat Hendak Disembelih Iduladha di Bogor, Damkar Turun Tangan Evakuasi