JAKARTA – Program bahan bakar campuran B50 resmi akan dimulai pada Juli 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Yang menarik, hasil uji coba bahan bakar ini diklaim sudah mencapai angka 70 persen.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, terutama konflik di Timur Tengah, Bahlil menegaskan kebijakan ini adalah sebuah langkah survival. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM, khususnya solar. “Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode,” tegasnya.
Dia melanjutkan, “Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar.”
Pernyataan itu disampaikan Bahlil di kantornya, Minggu (12/4/2026) lalu.
Uji coba B50 sendiri sudah dilakukan cukup luas. Mulai dari alat berat, kereta api, kapal, sampai kendaraan bermotor biasa. Hasilnya? Cukup menggembirakan, berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Pemerintah menargetkan semua tahap uji coba ini selesai paling lambat Juni 2026, tepat sebelum peluncuran resmi di bulan berikutnya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Kasus Pemerasan
Polisi Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp160 Miliar
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Ikuti Kebijakan Pemerintah