Pemerintah Targetkan Program B50 Dimulai Juli 2026, Kesiapan Industri Dipertanyakan

- Minggu, 12 April 2026 | 07:20 WIB
Pemerintah Targetkan Program B50 Dimulai Juli 2026, Kesiapan Industri Dipertanyakan

JAKARTA – Program bahan bakar campuran B50 resmi akan dimulai pada Juli 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Yang menarik, hasil uji coba bahan bakar ini diklaim sudah mencapai angka 70 persen.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, terutama konflik di Timur Tengah, Bahlil menegaskan kebijakan ini adalah sebuah langkah survival. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM, khususnya solar. “Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar.”

Pernyataan itu disampaikan Bahlil di kantornya, Minggu (12/4/2026) lalu.

Uji coba B50 sendiri sudah dilakukan cukup luas. Mulai dari alat berat, kereta api, kapal, sampai kendaraan bermotor biasa. Hasilnya? Cukup menggembirakan, berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Pemerintah menargetkan semua tahap uji coba ini selesai paling lambat Juni 2026, tepat sebelum peluncuran resmi di bulan berikutnya.

Namun begitu, bukan berarti jalan menuju B50 mulus-mulus saja. Ada tantangan nyata yang diakui oleh Bahlil sendiri, yaitu soal kapasitas produksi biodiesel nasional yang dinilai belum sepenuhnya mencukupi. Ini persis seperti kekhawatiran yang selama ini digaungkan oleh sejumlah pelaku industri.

Tapi Menteri Bahlil tampaknya optimis. Dia memastikan bahwa solusi untuk masalah tersebut sudah ditemukan. “Kita terus melakukan penyelesaian. Tapi insya Allah sudah ada solusi kok,” katanya dengan nada meyakinkan.

Di sisi lain, kekhawatiran dari industri justru datang lebih dulu. Ernest Gunawan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), pernah menyatakan bahwa industri biodiesel nasional belum siap untuk lompat ke B50 di tahun 2026. Alasannya praktis: peningkatan campuran itu akan memaksa pabrik menggunakan seluruh kapasitas produksinya, yang bisa berisiko.

Ernest pernah membuat perhitungan. Kebutuhan CPO untuk memproduksi FAME dalam program B50 bisa membengkak sampai 18 juta ton, atau setara dengan 20 juta kiloliter. Sementara itu, fakta di lapangan menunjukkan kapasitas terpasang industri biodiesel saat ini hanya mampu menyerap sekitar 19,56 juta ton CPO. Jaraknya tipis, dan itulah yang membuat banyak pihak menahan napas.

Jadi, meski target Juli 2026 sudah dipasang, perjalanan menuju implementasi penuh B50 masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Antara tekad pemerintah dan kesiapan industri, harus ditemukan titik temu yang tepat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar