Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya ambisi besar untuk Pilpres 2029. Mereka ingin mengusung ketua umumnya, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, ke kursi nomor satu atau setidaknya nomor dua di republik ini. Targetnya jelas: Istana.
Nah, soal posisi mana yang lebih tepat, muncul analisis menarik dari Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI). Menurut dia, Cak Imin sebenarnya lebih layak dan punya peluang lebih baik jika maju sebagai calon presiden, bukan wakil.
“Meski secara statistik, elektabilitas Cak Imin masih jauh di bawah Prabowo, bukan berarti langkahnya sia-sia,” ujar Adi.
Dia melanjutkan, setidaknya ada tiga keuntungan strategis yang bakal didapat Cak Imin dan PKB.
Artikel Terkait
AS Kirim Kapal Perang Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang