Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 04:25 WIB
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit

Hampir Rp246 miliar. Itulah angka yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk kegiatan eksplorasi mineralnya hingga akhir tahun 2025. Rincian pengeluaran preliminary unaudited senilai Rp245,76 miliar itu baru saja dirilis ke publik melalui keterbukaan informasi BEI pada Sabtu (10/1/2026).

Fokusnya jelas: mengejar potensi emas, nikel, dan bauksit di seantero negeri. Untuk emas, sorotan utama ada di tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat. Di sana, tim geologi Antam sibuk dengan beragam aktivitas. Mulai dari pengeboran di kedalaman bumi, pemetaan lapangan yang detail, hingga pengambilan conto batuan. Semuanya digarap serius.

Lalu, bagaimana dengan nikel? Kegiatannya tersebar di beberapa titik di Sulawesi Tenggara. Di Konawe Utara, misalnya, pekerjaan meliputi pengeboran single tube, pemetaan, pengukuran grid, hingga analisis laboratorium untuk sampel inti bor. Pola yang hampir serupa juga diterapkan di wilayah Pomalaa.

Tak hanya itu, eksplorasi nikel juga merambah ke Maluku Utara. Di Buli, kegiatan ini dijalankan oleh PT Sumberdaya Arindo (PT SDA), salah satu entitas anak usaha Antam. Mereka melakukan pengeboran, pemetaan geologi, dan tentu saja, pengambilan percontoan.

Di sisi lain, untuk komoditas bauksit, Antam mengerahkan tenaga di tiga wilayah Kalimantan Barat: Tayan, Landak, serta Mempawah-Toho. Metodenya beragam. Di Tayan dan Mempawah-Toho, ada pembuatan sumur uji atau test pit yang dilanjutkan dengan analisis kimia. Sementara di Landak, kegiatan lebih difokuskan pada identifikasi lahan awal sebelum pembuatan sumur uji dan pemetaan.

Semua kerja lapangan yang terlihat fisik ini sebenarnya didukung oleh sistem yang canggih. Menurut laporan, Unit Geomin Antam menjalankan eksplorasi secara terintegrasi. Artinya, ada gabungan antara survei area, teknologi geofisika, pengeboran, hingga analisis laboratorium. Semua data itu kemudian diolah dengan perhitungan cadangan dan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Geografis (GIS) mereka. Jadi, bukan sekadar menggali, tapi juga menghitung dengan teliti.

Pada intinya, semua usaha dan anggaran yang tidak sedikit ini punya satu tujuan utama: memastikan kecukupan cadangan mineral strategis perusahaan untuk masa depan. Itu kuncinya.

(Dhera Arizona)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar