Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia

- Sabtu, 11 April 2026 | 12:50 WIB
Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia

Kabar duka kembali datang dari dunia sepak bola tanah air. Sutan Harhara, legenda Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, tutup usia pada Sabtu dini hari (11/4/2026). Ia menghembuskan napas terakhir di usia 73 tahun.

Lewat unggahan di Instagram, klub yang pernah dibelanya itu menyampaikan duka yang mendalam. Akun @persija menuliskan dukacita atas kepergian sang legenda.

“Keluarga Persija mengucapkan belasungkawa terdalam atas berpulangnya legenda sepakbola Indonesia, Sutan Harhara,” tulis mereka.

“Semasa membela Persija, beliau memiliki peran besar dalam mempersembahkan dua gelar Liga Indonesia pada tahun 1973 dan 1975 untuk Macan Kemayoran. Mari kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum, serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.”

Nama Sutan Harhara memang tak bisa dipisahkan dari kejayaan Persija di era 70-an. Kontribusinya nyata, langsung terukir dalam dua piala juara liga.

Di lapangan, Harhara dikenal sebagai bek yang serbabisa. Posisi utamanya memang fullback, tapi jangan kaget kalau dia juga bisa diandalkan sebagai bek tengah. Kemampuan adaptasinya itu salah satu nilai plus yang membuatnya begitu dihargai.

Performanya yang solid di level klub pun membuka jalan menuju timnas. Dia termasuk salah satu pilar yang dipercaya membela Merah Putih, termasuk di ajang SEA Games 1979 yang digelar di SUGBK.

Sayangnya, perjalanan di final tak berakhir manis. Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1. Satu gol Mokhtar Dahari di menit ke-21 cukup memutus harapan juara saat itu. Kekecewaan pasti terasa, tapi itu bagian dari catatan perjalanan kariernya.

Setelah gantung sepatu di awal 80-an, Harhara tak benar-benar meninggalkan sepak bola. Dia beralih peran menjadi pelatih. Dan namanya tetap berkibar.

Salah satu prestasi kepelatihannya yang paling diingat adalah saat menangani PSMS Medan antara tahun 2003 hingga 2005. Di bawah asuhannya, PSMS bukan cuma jadi tim yang solid, tapi juga pencetak bakat-bakat nasional.

Beberapa nama yang diorbitkannya dari PSMS berhasil naik kelas ke Timnas Indonesia. Sebut saja Markus Horison, sang penjaga gawang andalan. Lalu ada juga Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, dan Saktiawan Sinaga. Mereka adalah bukti nyata mata tajam Sutan Harhara dalam melihat potensi pemain.

Kini, sang legenda telah pergi. Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namanya akan tetap dikenang, bukan hanya sebagai bek tangguh atau pelatih berprestasi, tapi sebagai bagian dari sejarah yang membentuk sepak bola kita.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar