Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga

- Sabtu, 11 April 2026 | 12:40 WIB
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga

Debut Cyrus Margono bersama Persija Jakarta berakhir pahit. Gawangnya kebobolan tiga gol saat timnya takluk 2-3 dari Bhayangkara FC, pekan lalu. Tak pelak, sorotan tajam langsung mengarah ke kiper berusia 24 tahun itu. Tapi, pelatih Mauricio Souza punya pandangan lain. Ia meminta semua pihak, terutama Jakmania, untuk tidak gegabah menilai pemainnya hanya dari satu pertandingan itu.

Laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (5/4/2026) itu memang mengecewakan. Hasilnya membuat performa Cyrus jadi bahan perbincangan hangat, bahkan kritik pedas dari sejumlah pendukung. Mereka mempertanyakan, kenapa kiper baru itu justru dimainkan di laga penting.

Merespons hal itu, Souza langsung membela anak asuhnya. Dalam konferensi pers jelang laga melawan Persebaya Surabaya, ia meminta kesabaran.

“Kami berlatih setiap hari untuk mencoba memperbaiki semua kesalahan yang kami lakukan. Saya berharap Cyrus tidak dinilai hanya dari satu pertandingan,” ujarnya.

Bagi Souza, Cyrus punya modal yang bagus. Ia melihat potensi besar pada diri kiper muda itu, dan menepis anggapan soal kesalahan fatal.

“Dia adalah seorang penjaga gawang yang memiliki potensi luar biasa. Saya tidak melihat dia melakukan kesalahan seperti yang banyak orang katakan,” tutur Souza. “Memang ada beberapa bola yang kiper dengan level seperti dia seharusnya bisa tangkap,” akunya dengan jujur.

Namun begitu, pelatih asal Brasil itu mengakui bahwa proses adaptasi pemain baru tidak instan. Cyrus, kata dia, masih butuh persiapan lebih. “Dia adalah kiper yang berlatih dengan sangat baik, hanya saja masih membutuhkan persiapan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, tidak semua pemain hasil bursa transfer langsung siap tempur. Ada faktor fisik, teknis, dan taktis yang perlu ditingkatkan terlebih dahulu. “Seperti yang sudah saya katakan beberapa kali, bursa transfer membawa kami beberapa pemain bagus, tetapi tidak semuanya siap,” katanya menegaskan.

Meski mendapat pembelaan, nasib Cyrus di pertandingan berikutnya ternyata berbeda. Ia dipastikan absen ketika Persija menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026) nanti. Kiper utama, Carlos Eduardo, yang akan kembali diturunkan.

Souza menegaskan, keputusan ini sama sekali bukan hukuman atas penampilan Cyrus di Lampung. Ini murni soal strategi dan komposisi pemain asing.

“Kami akan selalu menurunkan pemain yang kami anggap terbaik untuk saat ini. Cyrus tetap mendapatkan kepercayaan dari kami,” ujarnya. “Dia tidak bermain, tetapi bukan karena penampilannya di pertandingan sebelumnya, melainkan karena kiper utama adalah Eduardo.”

Ia kemudian menjelaskan aturan mainnya. “Setiap kali saya memilih untuk bermain dengan enam pemain asing di lapangan, Eduardo akan menjadi kiper utama. Ketika saya memilih untuk menurunkan tujuh pemain di lapangan, maka saya bisa memilih kiper lain,” paparnya.

Jadi, situasi ini jelas menempatkan Cyrus dalam fase adaptasi. Perjalanannya di Persija masih panjang. Dukungan dari tim pelatih, seperti yang terus diulang Souza, akan menjadi kunci bagi perkembangan kiper muda ini ke depannya. Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar