PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, atau yang lebih dikenal sebagai produsen laptop Zyrex, baru saja mengamankan suntikan dana segar. Nilainya cukup besar, mencapai Rp178,8 miliar, dan sumbernya adalah PT Bank Permata Tbk. Perjanjian resminya sendiri sudah ditandatangani kemarin, tepatnya pada tanggal 10 April 2026.
Kalau dilihat dari rinciannya, fasilitas kredit ini terbagi menjadi tiga paket. Yang pertama adalah revolving loan sebesar Rp60 miliar, yang rencananya akan dipakai untuk menopang modal kerja perusahaan.
Lalu, ada dua term financing. Paket pertama senilai Rp54,4 miliar ditujukan khusus untuk pembelian aset, dalam hal ini sebidang tanah. Sementara itu, paket kedua lebih besar sedikit, yakni Rp64,4 miliar. Dana ini rencananya akan dialokasikan untuk keperluan pembangunan.
Untuk semua fasilitas itu, Zyrex tentu punya kewajiban membayar. Mulai dari biaya administrasi, bunga, hingga angsuran pokok, semuanya harus dibayar sesuai ketentuan yang tercantum dalam perjanjian yang sudah disepakati kedua belah pihak.
Nah, transaksi sebesar ini memang masuk dalam kategori khusus. Menurut aturan yang berlaku, tepatnya POJK No. 17/POJK.04/2020, perjanjian kredit antara Zyrex dan Bank Permata ini tergolong sebagai transaksi material yang dikecualikan. Intinya, ini bukan transaksi biasa, tapi sudah memenuhi syarat materialitas tertentu.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
Wall Street Mendekati Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Konflik Iran
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026