Selama tiga bulan pertama tahun 2026, KAI Group mencatatkan angka yang cukup impresif. Tak kurang dari 128 juta pelanggan telah menggunakan layanan mereka. Kalau dibandingin sama periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini naik hampir 10 persen, lho. Sebuah lompatan dari 116,4 juta pelanggan.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, melihat tren ini sebagai sinyal kuat. Menurutnya, minat masyarakat terhadap kereta api terus bertumbuh, dan angkanya bicara sendiri.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,”
Ujarnya dalam sebuah keterangan resmi yang dirilis Sabtu lalu, 11 April 2026.
Nah, kalau kita lihat per segmen, pertumbuhannya bervariasi. Untuk layanan jarak jauh dan lokal, misalnya, kenaikannya cukup tajam: 18,4 persen. Jumlah pelanggannya mencapai 14,5 juta lebih. Anne menyebut momen mudik Lebaran sebagai pendorong utama, di mana pergerakan orang dari kota ke kampung halaman memuncak. Dia memperkirakan pola serupa akan terulang lagi saat libur panjang dan akhir tahun nanti.
Di sisi lain, aktivitas harian ternyata tak kalah ramainya. KAI Commuter, tulang punggung mobilitas warga ibu kota dan sekitarnya, melayani lebih dari 101 juta penumpang. Itu artinya naik 8,11 persen.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah dan kembali lagi,”
Katanya menggambarkan rutinitas yang sudah jadi pemandangan biasa.
Lain lagi ceritanya dengan LRT Jabodebek. Layanan ini justru mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara yang lain, melesat 22,1 persen dengan 7,7 juta lebih penumpang. Angka ini seolah mengkonfirmasi bahwa kawasan penyangga Jakarta semakin dinamis, butuh transportasi yang cepat dan terhubung.
Layanan kereta bandara juga ikut merasakan dampak positifnya. Pertumbuhannya stabil di angka 8,48 persen, melayani sekitar 1,7 juta penumpang. Anne memberi contoh konkretnya.
“Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA membawa penumpang menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas,”
Jelasnya.
Di Sumatera Selatan, LRT-nya yang menghubungkan bandara dengan Jakabaring melayani 1,08 juta penumpang, tumbuh 7,38 persen. Sementara itu, Whoosh, kereta cepat Jakarta-Bandung, tetap konsisten dengan 1,4 juta penumpang, meski pertumbuhan persentasenya terlihat lebih landai di 4,07 persen.
Yang menarik justru datang dari timur Indonesia. Layanan KA Makassar–Parepare menunjukkan progres yang fantastis, dengan kenaikan penumpang mencapai 66,45 persen! Dari 45 ribu menjadi lebih dari 75 ribu penumpang. Bagi Anne, ini adalah kabar baik.
“Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa kehadiran layanan kereta api di wilayah timur Indonesia semakin diterima,” tegasnya.
Tak ketinggalan, layanan kereta wisata KAI justru meroket. Kenaikannya lebih dari dua kali lipat, tepatnya 110,1 persen, melayani 78 ribu pelanggan. Rupanya, konsep perjalanan yang menawarkan pengalaman berbeda benar-benar disukai.
"Melalui kereta panoramic, kereta wisata, hingga kereta istimewa, setiap perjalanan menghadirkan suasana yang bisa dinikmati. Pemandangan dari jendela luas, atmosfer yang lebih tenang, serta layanan yang lebih personal memberi warna tersendiri di sepanjang perjalanan,"
Jelas Anne menggambarkan daya tariknya.
Pada akhirnya, semua angka dan pertumbuhan ini bukan sekadar statistik belaka. Bagi Anne, ini adalah bukti nyata bahwa kereta api sudah menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian, digunakan oleh berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam, dan menghubungkan perjalanan dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi,”
Pungkasnya menutup penjelasan.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Batavia: Tur Sejarah Jalan Kaki di Jakarta yang Hidupkan Kembali Kejayaan Sunda Kelapa
Wali Kota London Sadiq Khan Ungkap Pengalaman Spiritual Usai Jalani Ibadah Haji 2026
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor, Pasokan Capai 3,2 Juta
Juventus Gagal ke Liga Champions, CEO Konfirmasi Rencana Jual Massal Pemain