Indonesia Prihatin, Venezuela Diingatkan Soal Ancaman Militer dan Kedaulatan

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:25 WIB
Indonesia Prihatin, Venezuela Diingatkan Soal Ancaman Militer dan Kedaulatan

JAKARTA – Lewat sebuah pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI pada Ahad (4/1) menyuarakan keprihatinan seriusnya atas situasi yang memanas di Venezuela. Perkembangan politik dan keamanan di negara Amerika Latin itu, rupanya, dicermati dengan saksama dari Jakarta.

Intinya, Indonesia gelisah. Pemerintah menilai, penggunaan kekuatan atau sekadar ancaman militer dalam menyelesaikan konflik bisa jadi preseden yang berbahaya. Bayang-bayangnya panjang: stabilitas global bisa terusik.

"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,"

begitu bunyi pernyataan resmi Kemlu.

Menurut pandangan Jakarta, langkah-langkah semacam itu bukan cuma mengacaukan perdamaian di kawasan setempat. Lebih dari itu, ia berpotensi menggerogoti prinsip kedaulatan fondasi dasar pergaulan antar bangsa. Ketika diplomasi diabaikan, risikonya selalu besar.

Di sisi lain, Indonesia juga mengingatkan komunitas internasional. Hak dan kehendak rakyat Venezuela, kata mereka, harus tetap dihormati. Masa depan bangsa itu ya ada di tangan mereka sendiri.

"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,"

tambah keterangan itu, tegas.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah kemudian mengeluarkan tiga seruan kunci. Pertama, soal mengedepankan dialog. Semua pihak didorong untuk menahan diri dan memilih meja perundingan, bukan konfrontasi.

Kedua, patuh pada hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan aturan humanitarian. Yang ketiga, keselamatan warga sipil harus jadi prioritas utama, tak boleh dikorbankan untuk kepentingan lain.

Sampai sekarang, pemantauan terus dilakukan. Pemerintah masih berkoordinasi untuk memastikan keamanan WNI di sana. Dampak gejolak ini terhadap stabilitas kawasan Amerika Latin secara luas juga jadi perhatian yang tak kalah penting.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar