Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP

- Kamis, 28 Mei 2026 | 00:15 WIB
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP

Polrestabes Makassar meringkus seorang pemuda berinisial I, 19 tahun, sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 12 tahun, JN. Jasad korban ditemukan di dalam toilet sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa pelaku justru berusaha mengalihkan perhatian petugas saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung. “Dari hasil penyelidikan awal, tim di lapangan berbicara dengan para saksi, melihat kondisi. Saat sedang olah TKP, ada ribut-ribut di sana, ternyata pelaku berupaya mengalihkan perhatian,” ujarnya di Makassar, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut Arya, keributan yang sengaja dibuat pelaku merupakan modus agar tim Inafis, Dokpol, serta personel dari Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes segera meninggalkan lokasi. Namun, tindakan mencurigakan tersebut justru menjadi petunjuk bagi petugas. Seorang lelaki berbaju merah yang terlihat mencurigakan langsung diamankan di tempat kejadian. Belakangan diketahui bahwa I, yang membuat keributan, adalah pelaku sesungguhnya.

“Itu dilakukan (ribut-ribut) supaya polisi cepat pergi dari situ mengurusi kegiatan lain, ternyata ini adalah pelakunya dengan inisial I usia 19 tahun,” jelas Arya.

Setelah diamankan, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi secara mendalam. Arya menyebutkan bahwa I telah lama mengincar korban. “Berdasarkan keterangan dari pelaku, memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Selain itu, dia juga pengguna narkotika dan sering nonton film porno di ponselnya. Itu awal yang memicu dia melihat anak umur 12 tahun ini,” tuturnya.

Pelaku menjalankan aksinya dengan modus memanggil korban untuk membelikan air mineral. Setelah korban menuruti permintaan itu, pelaku kembali menyuruhnya membeli makanan. Saat korban kembali membawakan makanan, ia langsung diseret masuk ke dalam rumah kosong. “Korban langsung dibekap mulutnya, setelah itu dibenturkan kepalanya, karena memang meronta. Kepala korban dibenturkan ke bawah (lantai) dan sangat tidak manusiawi,” kata Arya.

Perbuatan keji tidak berhenti di situ. Setelah korban pingsan, pelaku kembali memperkosanya. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, kronologi penemuan jasad korban bermula ketika seorang warga bernama Mahyudin mendapat informasi dari orang yang hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut. Orang itu melihat sesosok kaki manusia. Saat diperiksa, ditemukan mayat seorang anak perempuan dalam kondisi telanjang di dalam toilet dengan kepala tertutup televisi tabung. Saksi segera melapor ke personel polisi di pemukiman sekitar, yang kemudian diteruskan ke Polsek Tallo. Setibanya di lokasi, petugas memasang garis polisi untuk mengamankan TKP sebelum jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar