Pemerintah Kota Jakarta Barat mengumpulkan sebanyak 78 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat yang telah mengajukan permohonan. Hewan-hewan tersebut terdiri dari 51 ekor sapi dan 27 ekor kambing, yang rencananya didistribusikan ke berbagai organisasi, masjid, musala, pesantren, serta warga yang membutuhkan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengonfirmasi bahwa seluruh hewan kurban yang terkumpul telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Sudin KPKP) Jakarta Barat. "Semua hewan kurban yang masuk ke kantor wali kota sudah dicek kesehatannya oleh dokter hewan, dan ini dikoordinasikan oleh Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat," ujarnya.
Pemerintah Kota Jakarta Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan hewan kurban ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Iin berharap hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerimanya. "Semoga hewan kurban yang telah disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Iin juga mengajak seluruh warga untuk turut menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan di wilayah Jakarta Barat. Menurutnya, perayaan Iduladha bukan sekadar ritual, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. "Makna Iduladha ini menunjukkan bahwa kita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Mudah-mudahan semangat kebersamaan dan sinergi ini terus kita bangun untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, sebelum hari raya, Sudin KPKP Jakarta Barat telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Assahara, Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, mengatakan pemeriksaan itu bertujuan memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat kelayakan kurban. "Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ke masjid-masjid dilakukan untuk melihat apakah hewan kurban layak untuk dikurbankan atau tidak. Sebanyak 16 ekor sapi dan delapan ekor kambing telah kami periksa di masjid ini," katanya.
Dalam proses pemeriksaan, petugas mengecek kondisi fisik hewan secara menyeluruh, mulai dari mata, gigi, lidah, hingga pengambilan sampel air liur. Pemeriksaan juga meliputi pengecekan detak jantung, suhu tubuh, kondisi mulut, kuku, dan hidung hewan. Selain itu, petugas memverifikasi dokumen Surat Kesehatan Hewan (SKH) untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi standar kesehatan dan ketentuan syariat.
Menurut Tanti, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memenuhi prinsip halal dan thayyib sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah kurban. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin kualitas dan kelayakan hewan kurban yang diterima oleh warga.
Artikel Terkait
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP
Bogor Hornbills Paksa Laga Penentuan Usai Kalahkan Kesatria Bengawan Solo di Overtime
Zelensky Minta Tambahan Rudal Patriot ke AS di Tengah Serangan Rudal Balistik Rusia yang Meningkat