Laba Bersih Chandra Daya Investasi Melonjak 281% Didorong Sektor Logistik

- Kamis, 26 Maret 2026 | 07:35 WIB
Laba Bersih Chandra Daya Investasi Melonjak 281% Didorong Sektor Logistik

Laba PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) benar-benar meledak di tahun 2025. Bayangkan saja, perusahaan ini berhasil membukukan keuntungan bersih yang fantastis: USD 127,8 juta atau sekitar Rp 2,17 triliun. Angka itu melonjak drastis, hampir empat kali lipat dari periode sebelumnya yang 'hanya' USD 33,5 juta. Kenaikannya mencapai 281 persen, lho.

Laporan keuangan yang dirilis Rabu (25/3/2026) itu juga memaparkan pendapatan perseroan. Tercatat USD 148 juta, tumbuh 44,8 persen dari tahun sebelumnya. Jadi, bukan cuma labanya yang naik, tapi juga omzetnya.

Nah, siapa penyokong utama pertumbuhan spektakuler ini? Ternyata, segmen logistiklah bintangnya. Pertumbuhannya luar biasa, mencapai 551 persen! Dari sebelumnya USD 5,6 juta, melesat menjadi USD 36,6 juta. Pencapaian ini didukung oleh beberapa langkah strategis. Perusahaan menambah armada kapal baru dan gencar melakukan ekspansi ke layanan logistik darat serta pergudangan.

Di sisi lain, segmen energi tetap memberikan kontribusi yang solid sebesar USD 105,8 juta. Sementara itu, bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan menyumbang USD 5,6 juta sepanjang tahun lalu.

Untuk memperkuat bisnis logistik darat, CDIA melakukan sejumlah aksi korporasi. Mereka mengakuisisi PT Barito Investa Prima yang kini berganti nama jadi PT Chandra Investa Prima. Tak cuma itu, mereka juga membangun kapabilitas cold chain dan menambah 50 unit truk untuk memperluas jangkauan layanan.

Ekspansi juga terjadi di sektor penyimpanan. Perusahaan mengakuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon. Mereka pun membangun tiga tangki bitumen baru dengan total kapasitas 12.000 m³. Proyek strategis lainnya, yaitu pembangunan tangki penyimpanan dan pipa etilena, juga terus didorong dengan menggunakan dana hasil IPO mereka.

Di logistik maritim, pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT terus dilanjutkan. CDIA juga meningkatkan kepemilikan saham di CSI dan MIM hingga 99,99 persen. Sementara di sektor energi, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya mereka bertambah menjadi 11 MWp.

Hasil dari semua gebrakan itu terlihat jelas di angka EBITDA. Mereka membukukan USD 118,8 juta, melonjak 288 persen dari posisi USD 30,6 juta di tahun sebelumnya. Kinerja keuangan secara keseluruhan memang sangat kuat.

Total aset perseroan naik 61,4 persen menjadi USD 1,74 miliar. Namun begitu, jumlah liabilitas atau kewajiban juga meningkat 85,1 persen ke angka USD 607,9 juta. Di sisi positif, ekuitas pemegang saham tumbuh 51 persen menjadi USD 1,13 miliar per akhir Desember 2025.

Semua capaian ini menunjukkan betapa agresifnya transformasi dan ekspansi yang dilakukan CDIA. Mereka tak hanya fokus pada satu segmen, tapi membangun kekuatan di berbagai lini bisnis secara simultan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar