Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi meminta tambahan pasokan amunisi pertahanan udara dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui sebuah surat yang dikirim pada akhir Mei. Permintaan tersebut menekankan kebutuhan mendesak akan rudal untuk sistem Patriot PAC-3 guna menghadapi ancaman rudal balistik Rusia yang terus meningkat.
Surat yang dikirim pada 26 Mei itu menyoroti ketergantungan Ukraina terhadap Washington dalam menjatuhkan serangan rudal, meskipun Kyiv telah mengembangkan kemampuannya sendiri untuk mencegat drone jarak jauh. Dalam dokumen tersebut, Zelensky secara eksplisit meminta AS untuk membantu mengamankan alat perlindungan vital terhadap apa yang disebutnya sebagai teror Rusia, termasuk sistem tambahan untuk menghentikan rudal balistik.
Permintaan ini muncul hanya beberapa hari setelah salah satu serangan gabungan rudal dan drone terburuk menghantam Kyiv sejak invasi Rusia dimulai lebih dari empat tahun lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik di ibu kota Ukraina.
Di sisi lain, seorang pejabat senior di kepresidenan Ukraina mengakui bahwa mencari amunisi untuk sistem pertahanan udara canggih buatan sekutu Barat bukanlah perkara mudah. “Saat ini sulit untuk menemukan rudal karena ada begitu banyak pesanan lain di Teluk dan tempat-tempat lain seperti itu,” ujar pejabat tersebut kepada AFP dalam wawancara terpisah.
Ia juga menambahkan bahwa pasokan melalui sistem PURL mekanisme yang memungkinkan sekutu Eropa Ukraina membeli senjata dari AS atas nama Kyiv mengalami perlambatan. Kondisi ini diperparah oleh perang di Timur Tengah yang memaksa sekutu AS mengalokasikan sejumlah besar amunisi pertahanan udara untuk melindungi instalasi di kawasan Teluk.
Sementara itu, keberhasilan Ukraina dalam perang drone justru menarik perhatian negara-negara Teluk. Beberapa di antaranya kini tertarik pada kemampuan Kyiv menangkal jenis drone rancangan Iran yang sebelumnya menjadi ancaman di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Temukan Indikasi Intimidasi Korban dalam Kasus Dugaan Pencabulan Pimpinan Ponpes di Pekalongan
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP