Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi

- Jumat, 17 April 2026 | 08:15 WIB
Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi

Jumat pagi di Jakarta, suasana Bandara Soekarno-Hatta tampak berbeda. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, hadir untuk melepas rombongan pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang akan berangkat ke Arab Saudi. Tanggalnya 17 April 2026. Menariknya, kloter pertama ini punya masa tugas yang paling panjang dibanding yang lain.

“Anda yang berangkat hari ini kemungkinan besar akan bertugas lebih lama,” ujar Dahnil.

Menurutnya, para petugas yang ditugaskan di Madinah khususnya, akan menghabiskan waktu lebih panjang di Tanah Suci. Rata-rata, lama tinggal mereka di Saudi Arabia baik di Madinah maupun Mekah bisa mencapai 70 hari. Waktu yang tidak sebentar.

Namun begitu, durasi yang panjang itu bukan tanpa tantangan. Dahnil menyadari betul bahwa meninggalkan keluarga dalam waktu hampir dua setengah bulan adalah hal yang berat. Mereka harus berpisah dengan anak, istri, suami, atau orang tua.

“Oleh karena itu, pastikan Anda bisa mengelola dengan baik mental dan fisik. Karena mungkin sebagian besar dari Anda tidak terbiasa meninggalkan keluarga untuk waktu lama,” lanjutnya.

Dia pun menekankan satu hal. Kesiapan fisik saja tidak cukup. Pengelolaan mental, emosi, dan rohani justru menjadi fondasi yang krusial. Dengan kekuatan rohani yang baik, diharapkan kekuatan fisik para petugas bisa tetap terjaga selama menjalankan tugas panjang nanti.

Di sisi lain, Dahnil mengingatkan bahwa situasi dunia saat ini juga penuh dinamika. Kondisi geopolitik yang tidak selalu kondusif menambah daftar pertimbangan. Itulah mengapa persiapan harus benar-benar matang, dari dalam maupun luar.

“Maka dari itu, niatkan pelepasan hari ini bahwa kita semua ingin menunaikan ibadah melalui jalan petugas haji. Kita ingin melayani jemaah haji dan memastikan misi haji Indonesia sukses,” tegasnya.

Bagi Dahnil, tugas yang diemban PPIH adalah misi suci. Mereka adalah ujung tombak pelayanan haji Indonesia. Harapan banyak orang untuk penyelenggaraan haji yang lebih baik, bertumpu pada pundak mereka.

“Maka wakafkanlah diri Anda untuk menunaikan tugas di Tanah Suci. Ini adalah misi suci, buat diri Anda, keluarga, bangsa, dan agama bangga,” tandas Dahnil di akhir sambutannya.

Amanah negara, demikian dia menyebutnya, kini dititipkan sepenuhnya kepada para petugas yang akan segera terbang itu. Kesuksesan haji Indonesia, sekali lagi, sangat bergantung pada dedikasi mereka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar