Meskipun telah berusia lebih dari lima tahun sejak peluncurannya, Redmi Note 10 tetap menjadi salah satu ponsel pintar buatan Xiaomi yang paling banyak diburu di pasar perangkat bekas Indonesia. Daya tariknya terletak pada kombinasi layar AMOLED, baterai berkapasitas besar, serta performa yang masih cukup mumpuni untuk menunjang kebutuhan harian semua itu kini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan saat pertama kali dirilis.
Pada tahun 2026, Redmi Note 10 bekas umumnya diperdagangkan di kisaran harga Rp900 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung pada kondisi fisik dan kelengkapan unitnya. Banderol yang kompetitif ini membuat ponsel tersebut kembali dilirik, terutama oleh pengguna yang membutuhkan perangkat kedua atau ponsel pintar murah untuk aktivitas sehari-hari. Menariknya, pamor Redmi Note 10 tidak semata-mata ditopang oleh faktor harga. Saat diluncurkan di Indonesia pada 2021, perangkat ini menjadi salah satu model Redmi Note pertama yang mengusung layar AMOLED sebuah fitur yang sebelumnya lebih identik dengan ponsel kelas menengah ke atas.
Ketika resmi diperkenalkan ke pasar Tanah Air, Redmi Note 10 hadir dengan layar AMOLED 6,43 inci beresolusi Full HD Plus yang dilindungi oleh Gorilla Glass 3. Panel tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan dengan banyak pesaing di kelas harga Rp2 jutaan pada masanya. Untuk kebutuhan fotografi, Xiaomi membekali ponsel ini dengan empat kamera belakang: kamera utama 48 MP, kamera ultra-wide 8 MP, kamera makro 2 MP, serta sensor depth 2 MP. Di bagian depan, tersedia kamera selfie 13 MP yang ditempatkan dalam desain punch-hole di tengah layar.
Performa Redmi Note 10 ditopang oleh chipset Snapdragon 678 yang dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan tersebut masih dapat diperluas melalui kartu microSD. Sementara itu, baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 33W menjadi bekal utama untuk penggunaan seharian penuh. Xiaomi juga menyematkan speaker stereo, sensor sidik jari di sisi bodi, jack audio 3,5 mm, hingga sertifikasi IP53 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Saat pertama kali dipasarkan di Indonesia pada Maret 2021, Redmi Note 10 varian 4 GB/64 GB dibanderol seharga Rp2.499.000. Xiaomi menghadirkannya dalam tiga pilihan warna: Lake Green, Onyx Gray, dan Pebble White. Dengan harga tersebut, Redmi Note 10 menjadi salah satu ponsel pintar berlayar AMOLED paling terjangkau yang tersedia secara resmi di Indonesia pada zamannya.
Lantas, apakah ponsel ini masih layak digunakan pada 2026? Jawabannya, masih, selama ekspektasi pengguna disesuaikan dengan usia perangkat. Untuk aktivitas seperti WhatsApp, media sosial, penjelajahan internet, navigasi, streaming video, hingga mobile banking, Redmi Note 10 masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Layar AMOLED yang dimilikinya juga masih menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan pada sebagian besar ponsel bekas di rentang harga serupa.
Namun, pengguna perlu mempertimbangkan usia perangkat yang sudah lebih dari lima tahun. Kondisi baterai, kesehatan komponen internal, serta berakhirnya dukungan pembaruan sistem menjadi faktor penting yang harus diperiksa secara saksama sebelum memutuskan membeli unit bekas. Meski demikian, bagi mereka yang mencari ponsel pintar murah untuk kebutuhan harian, Redmi Note 10 tetap menjadi salah satu opsi yang menarik di pasar perangkat bekas Indonesia pada tahun 2026.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap 58 Calon Pengantin Jadi Korban Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Timur, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar
Polisi Tangkap Pemilik WO di Jakarta Timur, 58 Calon Pengantin Tertipu Rp2,6 Miliar
Rafael Benitez Buka Suara soal Ketertarikan Latih Timnas Italia
Timnas U-20 Indonesia Masuk Grup Neraka Kualifikasi Piala Asia 2027, Hadapi Australia dan Malaysia