Anies Baswedan, Gerakan Rakyat, dan Peluang Pilpres 2029
Oleh: Irfanenjo
Belakangan ini, Anies Baswedan makin kerap muncul di hadapan publik. Bukan cuma di forum diskusi atau seminar kebangsaan, tapi juga sampai ke pertemuan komunitas di berbagai daerah. Bahkan, baru-baru ini dia turun langsung jadi relawan bencana di Aceh.
Intensitasnya sulit disebut kebetulan. Rasanya, dia dengan sengaja menjaga visibilitas politiknya. Meski tak lagi punya jabatan formal, Anies sepertinya ogah benar-benar menghilang dari percakapan nasional.
Lalu, apa artinya semua ini? Cuma aktivitas intelektual belaka, ataukah ini bagian dari persiapan panjang menuju Pilpres 2029?
Spekulasi makin kuat ketika kita ingat soal presidential threshold 0 persen. Aturan baru ini membuka peluang lebih lebar. Figur populer seperti Anies tak lagi mutlak bergantung pada koalisi partai besar sejak awal. Dalam situasi seperti ini, menjaga eksistensi di mata publik jadi modal yang sangat berharga.
Di sisi lain, ada satu hal lain yang menarik perhatian: keterlibatannya dengan berbagai simpul gerakan rakyat. Ini memunculkan pertanyaan lain. Jangan-jangan, gerakan-gerakan itu disiapkan sebagai cikal bakal partai politik baru? Sejarah kita memang menunjukkan banyak partai lahir dari rahim gerakan.
Tapi sampai sekarang, Anies sendiri tak pernah terang-terangan mengumumkan niat membentuk partai. Seolah dia sengaja menjaga ambiguitas itu antara gerakan sosial murni dan langkah politik yang terinstitusionalisasi.
Artikel Terkait
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas