PT Samindo Resources Tbk (MYOH) punya target ambisius untuk dua tahun ke depan. Perusahaan jasa tambang ini membidik volume pemindahan batuan penutup atau overburden removal hingga 34,5 juta bank cubic meter (BCM) sepanjang 2026. Angka itu terlihat cukup tinggi, apalagi jika dibanding realisasi tahun lalu yang 'hanya' sekitar 32 juta BCM.
Lantas, bagaimana cara mencapainya? Menurut Corporate Secretary Samindo, Ahmad Zaki Natsir, kuncinya ada di optimalisasi. "Kami mengedepankan strategi work engagement organization yang berorientasi pada kinerja," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan, strategi itu bertujuan memastikan setiap anak usaha bisa beroperasi dengan keandalan maksimal, meski industri tambang lagi dinamis-dinamisnya.
Optimisme Zaki ini ternyata tak goyah meski ada kabar soal pemangkasan produksi dalam RKAB batu bara oleh Kementerian ESDM. Target 34,5 juta BCM itu tetap dianggap realistis. Selain overburden, mereka juga mengejar produksi batubara atau coal getting sebesar 4,5 juta ton. Untuk mewujudkan semuanya, perusahaan bakal memaksimalkan efisiensi lewat manajemen biaya yang ketat dan tentu saja, standar keselamatan yang tak bisa ditawar terutama untuk armada alat berat yang usianya sudah tak muda lagi.
Nah, sepertinya langkah optimalisasi itu sudah mulai membuahkan hasil. Di bulan Januari 2026 lalu, kinerja operasional mereka bergerak positif dan bahkan melampaui proyeksi. Volume overburden removal berhasil mencapai 3,1 juta BCM, mengalahkan target bulanan yang ditetapkan di angka 2,8 juta BCM.
Artikel Terkait
Petrosea Akuisisi Mayoritas Saham Perusahaan Jasa Pelabuhan Vista Maritim Asia
InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025
Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Euforia Teknologi AI
RLCO Bentuk Anak Usaha Baru untuk Garap Bisnis Protein Laut