Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi

- Jumat, 29 Mei 2026 | 21:45 WIB
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi

Ratusan warga di permukiman padat penduduk kawasan Tambora, Jakarta Barat, kini harus bertahan di posko pengungsian setelah rumah dan seluruh harta benda mereka ludes dilalap si jago merah pada Kamis malam, 28 Mei lalu. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.47 WIB itu baru berhasil dipadamkan pada pukul 23.32 WIB, setelah Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan 27 unit rumah tinggal yang tersebar di empat rukun tetangga (RT) dalam wilayah RW 5. Rinciannya, sebanyak lima rumah di RT 10, empat rumah di RT 11, sepuluh rumah di RT 12, dan delapan rumah di RT 13. Akibat musibah ini, sebanyak 115 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa dinyatakan terdampak langsung.

“Jumlah KK dan jiwa 115 KK dan 250 jiwa,” kata Kahfi saat dikonfirmasi pada Jumat, 29 Mei 2026.

Pantauan di lokasi pada Jumat pagi pukul 08.30 WIB menunjukkan api telah sepenuhnya padam. Namun, kepulan asap tipis dan bau hangus masih menyengat di sekitar area kejadian. Sebagian besar atap rumah yang terbakar telah robok, sementara perabotan rumah tangga tampak hangus dan tak lagi berbentuk.

Warga yang kehilangan tempat tinggal kini mengungsi di sejumlah lokasi yang disediakan, salah satunya di Musala Al Hikmah yang terletak di Jalan Krendang Barat I. Sebagian lainnya memilih untuk tetap berada di sekitar lokasi untuk merapikan sisa-sisa puing kebakaran.

Salah seorang korban, Dadang (48), warga Krendang yang sehari-hari berjualan bakso, menceritakan detik-detik ketika api mulai berkobar. Saat itu, ia baru saja tiba di kontrakannya setelah pulang berdagang dan tengah beristirahat.

“Saya posisi lagi di dalam kontrakan, lagi istirahat, baru selesai pulang dagang. Terus banyak sebagian warga berteriak kebakaran, saya keluar, dilihat api sudah membesar. Jadi, daripada saya menyelamatkan untuk yang lain, terutama saya menyelamatkan diri sendiri,” ujar Dadang saat ditemui di lokasi kebakaran, Jumat (29/5/2026).

Dalam kepanikan tersebut, Dadang hanya sempat menyelamatkan gerobak dagangannya. Sementara itu, seluruh barang dagangan yang ada di dalam kontrakan tidak dapat diselamatkan. Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp4 juta, mencakup peralatan dagang seperti piring, kompor, serta pakaian pribadi.

“Kalau untuk materi, ya kurang lebih piring, kompor, segala peralatan dagang, dan pakaian. Hanya sekitar mungkin sekitar Rp3 atau Rp4 juta,” katanya.

Dadang berharap bantuan dari berbagai pihak dapat segera mengalir. Ia menyebut kebutuhan mendesak yang paling diperlukan warga terdampak saat ini adalah pakaian layak pakai dan pasokan makanan.

“Ya, mungkin sebagian harapan saya pribadi, khususnya masyarakat yang terkena dampak musibah kebakaran, ya sejenis pakaian dan bantuan yang lainnya yang diperlukan oleh masyarakat,” tutupnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar