Mungkin penafsiran yang lebih masuk akal adalah ini: gerakan rakyat itu disiapkan sebagai cadangan strategis. Skenario utamanya tetap dapat tiket dari partai yang sudah ada. Kalau itu berjalan mulus, gerakan akan berfungsi sebagai mesin pendukung dan pemberi legitimasi moral.
Tapi jika skenario utama macet apalagi dengan aturan threshold nol persen gerakan tadi bisa dengan cepat dikonversi jadi fondasi kendaraan politik formal. Singkatnya, ini bukan jalur utama, melainkan pintu darurat yang disiapkan dari sekarang.
Namun begitu, tanda-tanda di lapangan justru menunjukkan Anies lebih condong ke jalur yang sudah mapan. PKS dan NasDem, misalnya, jadi opsi yang paling rasional. Mengandalkan partai yang sudah berdiri jauh lebih efisien. Membangun partai baru butuh logistik besar dan punya risiko elektoral yang tinggi, meski threshold-nya nol persen.
Keuntungan lain: kedua partai itu tak sedang berada di dalam kabinet. Posisi di luar pemerintahan memberi ruang untuk membangun narasi alternatif tanpa terbebani kompromi kebijakan. Terutama kedekatan Anies dengan Sohibul Iman dari PKS, itu membuka peluang nyata.
Jadi, politik Anies bergerak di tiga lapisan sekaligus. Pertama, citra publik yang terus dirawat. Kedua, gerakan rakyat sebagai cadangan. Ketiga, partai politik sebagai jalur utama. Threshold nol persen memang memperluas kemungkinan, tapi tak serta-merta menghapus kebutuhan akan kendaraan politik yang solid.
Anies tampaknya paham betul soal ini. Dia tak bertaruh pada satu skenario saja, tapi menyiapkan beberapa jalur sekaligus. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah peluang itu ada, melainkan apakah kehati-hatian strategis ini bisa benar-benar diubah jadi kemenangan nyata di 2029.
_________________
"@Irfanenjo: Direktur Relasi Publik Komunika, praktisi komunikasi dan analis politik. Aktif mendorong penguatan literasi politik warga dan partisipasi generasi muda dalam demokrasi.
Artikel Terkait
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal
Video 7 Menit Kasir Indomaret yang Viral: Hoaks atau Beneran Ada?