Rakernas PDIP di Ancol baru saja dibuka. Di tengah kerumunan, Rocky Gerung terlihat menyimak dengan serius. Ia tampak menikmati pidato Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri, yang baru saja turun dari panggung.
Menurut Rocky, isi pidato itu tak seperti yang dibayangkan banyak orang. Alih-alih membahas peta koalisi atau strategi elektoral, Mega justru mengangkat hal lain. Isu kemanusiaan, lingkungan hidup, hingga pentingnya persahabatan antar bangsa jadi sorotan utama.
“Ada hal yang unik tadi,” ujar Rocky usai acara.
“Anda pasti menunggu Ibu Megawati ucapkan pidato politik atau isu politik. Tapi beliau menganggap ada yang lebih penting: soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan.”
Baginya, pilihan tema itu justru menunjukkan sesuatu. “Ini saya menikmati kemampuan Ibu Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari ini,” tambahnya.
Rocky lalu bercerita tentang alur pidato tersebut. Megawati membukanya dengan membahas politik global. Konflik AS-Venezuela disebut, begitu pula prinsip kedaulatan negara yang tak boleh diganggu gugat.
“Beliau mulai dengan program global politics soal Venezuela, soal hak untuk mempertahankan kemerdekaan,” jelas Rocky.
“Soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih, mencaplok, memimpin dari sebuah negara yang berbeda.”
Dari sana, Rocky menangkap sebuah konsistensi. Sikap itu, menurutnya, menggambarkan pemahaman mendalam Megawati terhadap dinamika geopolitik. Dan tentu saja, posisi Indonesia yang jelas menentang segala bentuk imperialisme.
Tak berhenti di situ. Perhatiannya juga tertuju pada penekanan Mega soal perubahan iklim. Isu ini disorot secara tajam, melampaui sekadar pembahasan teknis yang biasa kita dengar.
Artikel Terkait
Gelombang Kerusuhan Iran: IRGC Tuding Kelompok Teroris, Korban Jiwa Berjatuhan
Gempa 7,1 SR Guncang Talaud, Warga Panik Berlarian
Kiai Cholil Nafis Bela Pandji: Kritik Jenawanya Itu Seperti Dakwah
Lima Tersangka Korupsi Pajak Tutup Muka dengan Kertas Saat Digiring ke Rutan