Rocky Gerung Soroti Isu Kemanusiaan dan Lingkungan dalam Pidato Megawati di Rakernas PDIP

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:18 WIB
Rocky Gerung Soroti Isu Kemanusiaan dan Lingkungan dalam Pidato Megawati di Rakernas PDIP

Rakernas PDIP di Ancol baru saja dibuka. Di tengah kerumunan, Rocky Gerung terlihat menyimak dengan serius. Ia tampak menikmati pidato Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri, yang baru saja turun dari panggung.

Menurut Rocky, isi pidato itu tak seperti yang dibayangkan banyak orang. Alih-alih membahas peta koalisi atau strategi elektoral, Mega justru mengangkat hal lain. Isu kemanusiaan, lingkungan hidup, hingga pentingnya persahabatan antar bangsa jadi sorotan utama.

“Ada hal yang unik tadi,” ujar Rocky usai acara.

“Anda pasti menunggu Ibu Megawati ucapkan pidato politik atau isu politik. Tapi beliau menganggap ada yang lebih penting: soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan.”

Baginya, pilihan tema itu justru menunjukkan sesuatu. “Ini saya menikmati kemampuan Ibu Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari ini,” tambahnya.

Rocky lalu bercerita tentang alur pidato tersebut. Megawati membukanya dengan membahas politik global. Konflik AS-Venezuela disebut, begitu pula prinsip kedaulatan negara yang tak boleh diganggu gugat.

“Beliau mulai dengan program global politics soal Venezuela, soal hak untuk mempertahankan kemerdekaan,” jelas Rocky.

“Soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih, mencaplok, memimpin dari sebuah negara yang berbeda.”

Dari sana, Rocky menangkap sebuah konsistensi. Sikap itu, menurutnya, menggambarkan pemahaman mendalam Megawati terhadap dinamika geopolitik. Dan tentu saja, posisi Indonesia yang jelas menentang segala bentuk imperialisme.

Tak berhenti di situ. Perhatiannya juga tertuju pada penekanan Mega soal perubahan iklim. Isu ini disorot secara tajam, melampaui sekadar pembahasan teknis yang biasa kita dengar.

“Yang kedua, ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal climate change, soal climate strike,” ucapnya.

“Soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan-pelindungan hidup. Dan itu sangat relevan.”

Namun begitu, ada satu pesan yang paling dalam menurut Rocky. Intinya tentang solidaritas kemanusiaan sebagai fondasi peradaban. Pesan ini, katanya, sengaja dibenamkan sebagai tugas ideologis bagi setiap kader partai.

“Dan yang terakhir, yang paling penting adalah pentingnya human solidarity. Persahabatan antara manusia,” ujarnya.

“Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI-P.”

Jadi, meski tak terdengar lugas sebagai pidato politik, Rocky menilai pesannya justru sarat dengan kepentingan politik yang lebih luas. Terutama bagi generasi muda yang mendengarkan.

Seolah-olah Megawati ingin menyampaikan sesuatu yang lebih mendasar. Rocky pun mencoba menerjemahkan batin sang orator.

“Jadi, batin beliau itu bersih, dia lega untuk mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik, akhirnya Mega melepaskan.”

“‘Saya, Megawati, mengerti tentang keadaan. Saya paham tentang politik, tapi politik itu urusan ke kanan, ada urusan yang lebih penting, yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh Donald Trump, Amerika, dan arogansi-nya’,” ungkap Rocky mengakhiri pembicaraan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar