Di ruang konvensi ICE BSD, Tangerang, Kamis lalu, suasana tampak berbeda. Kementerian Sosial tengah menggelar pelatihan khusus untuk ratusan guru Sekolah Rakyat. Acara yang berfokus pada penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan penguatan manajemen ini dihadiri perwakilan dari 166 titik Sekolah Rakyat se-Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, langsung membuka acara dengan nada serius tapi penuh semangat. Ia menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya jelas: memperkuat kinerja para pengajar di lapangan.
Menurutnya, ini juga soal membangun budaya kerja dan integritas. Para guru dituntut untuk profesional, baik saat diawasi maupun tidak.
Acara dibuka dengan pemutaran video yang menyentuh. Memperlihatkan anak-anak yang sebelumnya tak tersentuh pendidikan, kini punya harapan lewat Sekolah Rakyat. Banyak guru yang terlihat kagum, bahkan takjub. Gus Ipul, didampingi Sekjen Robben Rico, lantas mengingatkan peran penting mereka. “Para guru adalah tangan-tangan perpanjangan dari Presiden Prabowo Subianto,” katanya, untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin meraih mimpi.
Di sisi lain, Gus Ipul tak lupa menjelaskan akar filosofis program ini. Sekolah Rakyat, katanya, adalah bentuk nyata dari upaya menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pasal 34 UUD 1945.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis