Hampir 90 persen bantuan sosial reguler dari pemerintah sudah sampai ke tangan penerima. Itu data yang dirilis Kementerian Sosial di pekan pertama Ramadan ini, mencakup bantuan untuk korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi capaian tersebut.
“Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai, penyalurannya sudah lewat 90 persen secara nasional,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis lalu.
Di wilayah yang porak-poranda akibat bencana, seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar, upaya pemulihan memang jadi prioritas. Menurut Gus Ipul, bantuan reguler berupa PKH dan sembako telah disalurkan ke sekitar 1,7 juta keluarga. Nilainya tak main-main, mencapai Rp1,8 triliun.
Namun begitu, bantuan reguler saja tak cukup. Kemensos juga menggelontorkan bansos adaptif khusus penanganan bencana. Bantuan ini bentuknya beragam, mulai dari logistik, dapur umum, sampai santunan untuk korban jiwa.
Untuk santunan kematian, misalnya. Pemerintah telah menyalurkan lebih dari Rp14 miliar kepada 990 ahli waris.
“Prosesnya terus berjalan,” imbuh Gus Ipul. “Setiap ada surat dan ahli warisnya sudah ditemukan, langsung kita salurkan. Ini berlaku untuk tiga provinsi tadi.”
Pascabencana, fase rehabilitasi dan rekonstruksi pun mulai digarap. Di tahap ini, Kemensos memberikan bantuan jaminan hidup. Sekitar 175 ribu orang akan menerima Rp450.000 per bulan, dan itu berlangsung selama tiga bulan. Total anggarannya sekitar Rp238 miliar.
“Penyalurannya sudah mulai jalan,” jelasnya. “Penerima manfaatnya sudah terverifikasi, usulannya dari pemda dan ditandatangani Mendagri. Kita salurkan bertahap lewat PT Pos dan BSI.”
Selain itu, ada juga bantuan isian rumah. Lebih dari 47 ribu keluarga telah menerima bantuan senilai Rp3 juta per keluarga, dengan total realisasi di atas Rp143 miliar.
“Santunan isian rumah ini, baik untuk hunian sementara maupun tetap. Termasuk juga bagi mereka yang menyewa atau menunggu bantuan dana hunian,” ujar Gus Ipul.
Terakhir, ada bantuan stimulan ekonomi. Nilainya sekitar Rp5 juta per keluarga, menyasar lebih dari 47 ribu penerima manfaat. Totalnya mencapai Rp238 miliar lebih.
Kalau dijumlah semua, bansos adaptif tahap pertama untuk tiga provinsi itu nilainya cukup besar.
“Secara keseluruhan, angkanya Rp632,8 miliar,” kata Gus Ipul menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Delapan Warga Luka Akibat Bentrok dengan Oknum TNI di Bendungan Way Rarem, Mediasi Capai Damai
Timnas Indonesia Unggul 3-0 atas Oman di Babak Kedua FIFA Matchday
Bank Jakarta Targetkan Transformasi Jadi Penghubung Ekosistem Keuangan Kota Global
Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen pada Awal 2026