Langit sore mulai memerah di atas Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Di tengah keriuhan persiapan, ada satu wajah yang tampak lebih fokus. Victor Luiz, bek kiri PSM Makassar, siap kembali setelah sekian lama absen. Tapi comeback-nya ini datang di saat yang genting. Situasi timnya sedang tidak baik-baik saja.
Tekanan itu nyata. Beberapa pertandingan terakhir hanya menyisakan hasil yang mengecewakan. Suasana di ruang ganti pun terasa berbeda, tidak segarang dulu. Kepercayaan diri seolah ikut merosot, padahal tuntutan untuk segera bangkit justru makin membesar. Nah, dalam kondisi seperti inilah Victor diharapkan tampil lagi, mengisi posisi wing back kiri saat PSM berjumpa Malut United nanti malam, Sabtu 7 Maret.
Kehadirannya jelas bukan sekadar penggembira. Saat dia tak turun, sektor kiri pertahanan Juku Eja terlihat goyah. Serangan dari sayap kurang tajam, sementara pertahanan di sisi itu kerap bobol. Tapi bagi Victor, masalah PSM sekarang lebih dari sekadar urusan taktik.
“Semua pemain mengetahui situasi yang terjadi sekarang dan kita tahu situasi ini bukan momen yang baik,” ujar pemain asal Brasil itu.
Kalimatnya singkat, tapi menggambarkan suasana hati yang sedang berat. Kekalahan beruntun bukan cuma merugikan di klasemen, tapi juga menggerogoti mental. Namun begitu, dia yakin jalan keluar hanya ada di tangan mereka sendiri. Tidak ada penyelamat dari luar.
“Tetapi kami tahu hanya kita yang bisa merubah situasi tersebut dan kita terus bekerja keras untuk mengasah fisik kita, mental kita,” tambahnya.
Memang, dalam sepak bola, kepercayaan diri itu segalanya. Kalau lagi menang, semuanya terasa lancar. Tapi ketika hasil buruk datang bertubi-tubi, hal-hal sepele pun bisa jadi beban. Itulah yang sedang coba mereka lawan.
Solusinya? Menurut Victor, sederhana sekaligus sulit: menang. Hanya itu.
“Solusi yang bisa kita lakukan adalah memenangkan tiga poin besok. Ini adalah target kami,” tegasnya.
Tapi dia tidak lebay. Lawan besok, Malut United, bukan tim sembarangan. Musim ini mereka kerap mengejutkan, apalagi saat bermain di kandang sendiri. Gelora Kie Raha terkenal tidak ramah untuk tim tamu. Atmosfernya bisa menghancurkan konsentrasi.
“Kami akan menghadapi tim yang bagus besok. Tentu kami datang ke sini dengan target untuk memenangkan tiga poin, meski situasi yang kita hadapi sekarang adalah situasi yang tidak bagus,” ujar Victor, mencoba tetap realistis.
Di balik semua tekanan itu, secercah optimisme masih dipegangnya. Setiap pertandingan baru adalah lembaran baru. Dia merasa persiapan fisik dan mental sudah maksimal. Tinggal eksekusi di lapangan.
“Kami akan bekerja keras untuk ini, secara mental juga memperbaiki diri kita. Kami percaya bahwa kami bisa mendapatkan tiga poin tersebut besok,” katanya penuh keyakinan.
Jadi, laga nanti bukan cuma pertandingan liga biasa bagi PSM. Ini lebih tentang menghentikan laju negatif dan merebut kembali roh mereka. Dan bagi Victor Luiz, comeback ini bukan cuma soal kembali bermain. Ini tentang memimpin timnya keluar dari kegelapan.
Artikel Terkait
Lima Eks Atlet Bulu Tangkis Putri Indonesia Lanjutkan Karier dan Hidup di Luar Negeri
Persib Berpeluang Juara Hattrick, Tapi Jalur ke Puncak Masih Berliku
Manchester United Siapkan Tawaran €40 Juta untuk Prospek Muda Brasil Eduardo Conceição
Persib dan Borneo Siap Tempur di Enam Laga Penentu Gelar