Ketidakdisiplinan Minum Obat Kolesterol Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung Mendadak

- Jumat, 05 Juni 2026 | 22:45 WIB
Ketidakdisiplinan Minum Obat Kolesterol Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung Mendadak

Ketidakdisiplinan dalam mengonsumsi obat kolesterol ternyata tidak hanya berdampak pada angka laboratorium yang tak kunjung membaik, melainkan dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga kerusakan organ dalam. Konsistensi pengobatan menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan oleh pasien, terutama ketika mereka merasa kondisi tubuhnya sudah membaik.

Dalam program Go Healthy, praktisi kesehatan Yohanes Kurniawan menjelaskan bahwa tujuan utama pengobatan kolesterol adalah menstabilkan kadar lemak dalam darah. Namun, banyak pasien yang hanya meminum obat secara sporadis atau bahkan menghentikannya sama sekali begitu merasa sehat. Padahal, kebiasaan ini justru membuka pintu bagi berbagai risiko kesehatan yang mengancam jiwa.

Menurut penjelasan medis, pengobatan kolesterol yang tidak rutin dapat menyebabkan plak pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah. Ketika plak ini pecah, ia dapat menyumbat pembuluh darah kecil dan memicu stroke atau serangan jantung secara mendadak. Selain itu, ketidakteraturan obat juga memudahkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah, yang menjadi tempat favorit bagi kolesterol untuk menempel dan membentuk sumbatan baru.

Di sisi lain, salah satu dampak paling serius dari pengobatan yang tidak konsisten adalah rabdomiolisis, yaitu kondisi pecahnya jaringan otot yang dapat menjadi cikal bakal gagal ginjal. Kondisi ini menunjukkan bahwa komplikasi akibat kolesterol tidak terkontrol tidak hanya terbatas pada sistem kardiovaskular, melainkan juga dapat merusak organ vital lainnya.

Sementara itu, teknologi laser rendah level disebut-sebut dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah. Teknologi ini dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan tiga varian warna, yakni merah, biru, dan kuning, yang sebelumnya hanya tersedia satu warna. Alat ini digunakan di pergelangan tangan sebanyak tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Teknologi laser diklaim mampu mengoptimalkan sel-sel darah di pembuluh darah serta mengubah kolesterol menjadi energi. Dengan demikian, kekentalan darah dapat dicegah karena aliran darah menjadi lebih lancar. Teknologi ini juga dapat digunakan oleh mereka yang tidak memiliki keluhan penyakit sebagai bentuk pencegahan.

Untuk penggunaannya, alat laser ditempatkan di pergelangan tangan kiri sehingga sinarnya menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur di area tersebut. Penggunaan dianjurkan sebanyak dua kali sehari dengan durasi antara 15 hingga 60 menit. Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat diperoleh melalui program Metro TV "Go Healthy" maupun kanal YouTube Go Healthy.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar