Wall Street Melemah, Saham Teknologi Terkoreksi Imbas Data Tenaga Kerja AS Lebih Kuat dari Perkiraan

- Jumat, 05 Juni 2026 | 22:50 WIB
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Terkoreksi Imbas Data Tenaga Kerja AS Lebih Kuat dari Perkiraan

Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), terbebani oleh penurunan saham-saham semikonduktor setelah reli panjang yang sebelumnya mendorong pasar ke rekor tertinggi. Sentimen negatif juga datang dari data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Data nonfarm payrolls menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja pada Mei 2026, meningkat dari 115.000 pada April dan jauh melampaui proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan 85.000 pekerjaan baru. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk memperkirakan bahwa peluang kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve sebelum akhir tahun semakin besar.

Pasar kini memperkirakan peluang sebesar 98 persen bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Angka itu melonjak tajam dari sekitar 60 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek, menilai kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup solid meski tidak berada dalam kondisi sangat kuat. Ia mengatakan pasar juga membutuhkan jeda setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir.

"Anda tidak melihat pasar tenaga kerja yang luar biasa kuat, tetapi juga tidak melihat pasar tenaga kerja yang benar-benar runtuh. Pasar juga sehat jika sesekali mengalami koreksi dan memperlambat laju kenaikannya," ujarnya dikutip dari Reuters.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Saham NVIDIA turun 2,5 persen, sementara saham Intel, Micron Technology, Advanced Micro Devices, dan Broadcom merosot antara 4,2 persen hingga 6,2 persen. Indeks sektor teknologi turun 2,5 persen untuk hari ketiga berturut-turut, sedangkan indeks Philadelphia Semiconductor anjlok lebih dari 5 persen.

Pada pukul 09.43 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,36 poin atau 0,25 persen ke level 51.433,57. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 64,63 poin atau 0,85 persen menjadi 7.519,68 dan Nasdaq Composite terkoreksi 374,02 poin atau 1,39 persen ke posisi 26.456,94.

Jika pelemahan bertahan hingga penutupan perdagangan, S&P 500 akan mencatat penurunan mingguan pertama sejak April. Di sisi lain, Dow Jones masih berpeluang membukukan kenaikan mingguan untuk tiga pekan berturut-turut.

Di tengah gejolak pasar, Citigroup memangkas eksposur saham setelah reli yang kuat. Bank tersebut menyoroti risiko inflasi dan posisi investor yang semakin padat, meski tetap mempertahankan pandangan positif terhadap saham AS dalam jangka panjang berkat pertumbuhan laba yang ditopang tren kecerdasan buatan (AI).

Dari pergerakan saham individual, saham Lululemon Athletica anjlok 8 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi laba tahunan. Sebaliknya, saham Cooper Companies melonjak 6,4 persen usai membukukan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, keputusan S&P Global untuk tidak mengubah persyaratan indeks utama membuat peluang masuknya SpaceX ke indeks S&P 500 setelah IPO menjadi semakin kecil.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags