Pihak keluarga meminta kepolisian menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, untuk mengungkap dugaan penculikan Jesslyn Wijaya Lay (32), atlet golf putri yang hilang sejak 13 Juli lalu. Permintaan itu muncul setelah diketahui kamera pengawas di restoran tempat Jesslyn terakhir terlihat sudah tidak berfungsi selama sekitar tiga bulan.
Evan (37), calon suami Jesslyn, mengatakan ia sempat mendatangi restoran pada malam hari setelah kehilangan kontak dengan Jesslyn. Saat itu, ia menanyakan keberadaan rekaman CCTV kepada pihak restoran, namun mendapat informasi bahwa kamera pengawas di lokasi tidak dapat digunakan. "Pada hari itu saya langsung ke restoran karena Jesslyn tidak ada respons. Saya sempat menanyakan CCTV, tapi dibilang memang nggak connect," kata Evan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Karena itu, Evan berharap penyidik tidak hanya mengandalkan CCTV di restoran, tetapi juga mencari rekaman dari kamera pengawas di bangunan maupun jalan di sekitar lokasi kejadian. "Itulah yang kita harapkan. Semoga pihak kepolisian bisa mencari video-video rekaman dari CCTV mungkin di seberangnya atau sebelahnya, atau CCTV jalanan dan lain-lain yang menangkap kejadian di luar restoran," ujarnya.
Kuasa hukum Evan, Andi Darti, membenarkan bahwa berdasarkan keterangan pegawai restoran, CCTV di lokasi sudah tidak aktif sejak sekitar tiga bulan sebelum peristiwa hilangnya Jesslyn. "Kebetulan di lokasi kejadian itu tidak ada bukti berupa rekaman CCTV karena menurut pegawai restoran, CCTV tersebut sudah tidak berfungsi sejak tiga bulan yang lalu," kata Andi. Ia mengaku heran kamera pengawas di restoran tersebut tidak segera diperbaiki mengingat CCTV merupakan salah satu perangkat penting untuk keamanan. "Saya juga tidak mengerti kenapa restoran sebesar itu yang harusnya setidak-tidaknya pemilik restoran bisa memantau kinerja pegawainya, justru CCTV-nya nggak aktif," ujarnya.
Meski tidak memiliki rekaman CCTV dari lokasi utama, Andi mengatakan penyidik masih memiliki petunjuk lain yang dapat didalami, salah satunya keterangan saksi yang berada di lokasi saat Jesslyn terakhir terlihat. "Kalau menyimpulkan alat bukti itu sebenarnya kewenangan penyidik. Tapi dari sisi hukum ada beberapa saksi yang menyaksikan di tempat kejadian, yakni pegawai restoran dengan dua orang tukang parkir," katanya. Menurut Evan, para saksi tersebut memberikan keterangan yang sama kepada penyidik saat olah tempat kejadian perkara (TKP). "Saksi dari pegawai restoran di dalam, kemudian ada juga di luar dari tukang parkir. Tukang parkirnya ada dua orang. Itu semua keterangannya sudah dimintai oleh pihak kepolisian. Pada saat olah TKP mereka memberikan keterangan yang sama," ujar Evan.
Evan berharap penyidik dapat segera memperoleh petunjuk baru dari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap keberadaan Jesslyn yang hingga kini belum diketahui. "Saya fokus berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk baru supaya Jesslyn bisa cepat ditemukan dan kembali menjalani kehidupannya yang normal," tutur Evan.
Sebelumnya, Jesslyn diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7). Pihak kepolisian mengungkap Jesslyn terdeteksi melakukan perjalanan ke Malaysia lewat Semarang, sehari setelah peristiwa dugaan penculikan tersebut terjadi.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Djakarta Theater di Jakarta Pusat, Tak Ada Korban
Kebakaran Landa Gedung Theater Jakarta, Tak Ada Korban Jiwa
Atlet Golf Jesslyn Wijaya Terbang ke Malaysia Sehari Usai Dilaporkan Diculik
Polisi Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, Tak Ada Permintaan Tebusan