Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Jambi Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung Juni 2026

- Jumat, 05 Juni 2026 | 21:40 WIB
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Jambi Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung Juni 2026

Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Bagan Pete, Kota Jambi, dengan progres fisik yang kini telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pembangunan didampingi Wali Kota Jambi Maulana dan Gubernur Jambi Al Haris.

“Dengan dukungan Gubernur, Wali Kota, Kementerian PU, dan jajaran lainnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi berjalan sesuai rencana. Kita optimistis target akhir Juni bisa tercapai,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Sekolah Rakyat permanen Jambi dibangun di atas lahan seluas 5,56 hektare dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama. Proses konstruksi dimulai pada 4 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, dengan progres terkini mencapai 70,33 persen. Kompleks ini mencakup gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.

Komponen pembangunan meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama siswa dan guru, ruang guru, fasilitas olahraga, hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler. Seluruh fasilitas dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, aman, dan berkualitas bagi peserta didik.

Gus Ipul menegaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan secara terkoordinasi lintas sektor dengan pengawalan ketat dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hal ini bertujuan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga tanpa mengabaikan target waktu yang telah ditetapkan.

“Seluruh tahapan pekerjaan terus dikawal agar selesai tepat waktu, karena ini berkaitan langsung dengan kesiapan penerimaan siswa dan dimulainya proses pembelajaran,” tuturnya.

Sejalan dengan progres fisik, proses penerimaan siswa baru juga telah berjalan. Pada tahap awal operasional tahun ini, Sekolah Rakyat di Kota Jambi akan menerima sekitar 300 siswa, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Dalam tiga tahun ke depan, kapasitas sekolah ditargetkan meningkat hingga mencapai sekitar 1.000 siswa.

“Proses penerimaan sudah berjalan. Insya Allah pembelajaran akan dimulai di gedung ini setelah pembangunan selesai,” ujar Gus Ipul.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempercepat rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga pendukung. Secara nasional, tahun ini dilakukan rekrutmen ribuan guru serta tenaga lainnya seperti wali asuh dan wali asrama guna memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat secara menyeluruh.

Dalam hal penentuan sasaran, pemerintah menerapkan pendekatan berbasis data terintegrasi. Pendataan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga pemerintah daerah, kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data yang kita gunakan harus benar-benar akurat, sehingga program ini tepat sasaran dan benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa untuk jenjang SMP dan SMA secara nasional, jumlah pendaftar telah melampaui target. Sementara untuk jenjang SD, masih diperlukan penguatan penjangkauan agar seluruh kuota dapat terpenuhi secara optimal.

Lokasi Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Bagan Pete memiliki akses yang relatif mudah dijangkau. Dari Bandara Sultan Thaha Jambi, lokasi dapat ditempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda empat.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan sumber daya manusia,” tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar