“Yang kedua, ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal climate change, soal climate strike,” ucapnya.
“Soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan-pelindungan hidup. Dan itu sangat relevan.”
Namun begitu, ada satu pesan yang paling dalam menurut Rocky. Intinya tentang solidaritas kemanusiaan sebagai fondasi peradaban. Pesan ini, katanya, sengaja dibenamkan sebagai tugas ideologis bagi setiap kader partai.
“Dan yang terakhir, yang paling penting adalah pentingnya human solidarity. Persahabatan antara manusia,” ujarnya.
“Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI-P.”
Jadi, meski tak terdengar lugas sebagai pidato politik, Rocky menilai pesannya justru sarat dengan kepentingan politik yang lebih luas. Terutama bagi generasi muda yang mendengarkan.
Seolah-olah Megawati ingin menyampaikan sesuatu yang lebih mendasar. Rocky pun mencoba menerjemahkan batin sang orator.
“Jadi, batin beliau itu bersih, dia lega untuk mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik, akhirnya Mega melepaskan.”
“‘Saya, Megawati, mengerti tentang keadaan. Saya paham tentang politik, tapi politik itu urusan ke kanan, ada urusan yang lebih penting, yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh Donald Trump, Amerika, dan arogansi-nya’,” ungkap Rocky mengakhiri pembicaraan.
Artikel Terkait
DPR Kritik Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru PTN yang Dinilai Rugikan PTS
Balai Besar POM Makassar Sita 96.000 Butir Obat Keras Ilegal
Pemkab Bone dan BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Koperasi untuk Seluruh Kecamatan
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta