Malam Sabtu di SUGBK menyaksikan sebuah pertunjukan. Persija Jakarta menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 3-0, dan di tengah kemenangan itu, satu nama mencuat: Eksel Runtukahu. Penyerang berusia 27 tahun itu bukan sekadar main, ia menjadi penentu dengan dua gol krusialnya.
Reaksi pun berembus kencang, terutama dari kubu Macan Kemayoran. Performa tajam Eksel langsung memicu desakan agar namanya dipertimbangkan untuk Timnas Indonesia. Wacana itu kini hangat diperbincangkan, menjadikannya opsi baru yang menarik untuk lini depan Garuda.
Di laga pekan ke-27 Super League itu, Eksel tampil sejak menit pertama. Ia membuka golnya dengan sebuah tendangan melengkung nan indah di menit ke-54. Tak puas, di menit ke-76 ia menggandakan keunggulan lewat sontekan akurat yang membuat kiper lawan hanya bisa terpana. Sebelumnya, Allano Lima sudah lebih dulu membukukan angka lewat titik putih di menit ke-16.
Kemenangan ini jelas mengukuhkan dominasi Persija sekaligus menyuntik kepercayaan diri di fase krusial persaingan gelar.
Yang membuat cerita ini lebih menarik adalah perjalanan Eksel sendiri. Performa gemilangnya datang justru saat ia baru kembali dipercaya sebagai starter. Dalam sembilan laga sebelumnya, ia lebih sering jadi penghangat bangku cadangan di bawah Mauricio Souza. Posisinya sempat tersisih oleh striker seperti Gustavo Almeida atau Alaeddine Ajaraie.
Tapi saat peluang itu datang, ia langsung membuktikan kelasnya.
Sejak direkrut Juni 2025, catatannya cukup solid: enam gol dan dua assist dari 18 penampilan. Statistik inilah yang kini menguatkan argumen banyak pihak yang mendorongnya ke skuad nasional. Peluang itu terbuka lebar, apalagi pelatih John Herdman dikabarkan akan lebih mengandalkan pemain lokal untuk Piala AFF Juli-Agustus mendatang.
Namun begitu, di tengah gemuruh pujian, Eksel memilih sikap rendah hati. Fokusnya, katanya, tetap pada Persija.
"Ya saya tidak berharap untuk ke situ," ujarnya dalam konferensi pers.
"Tapi saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, kalau memang dari Tuhan ada kesempatan buat ke Timnas, saya akan memberikan yang terbaik untuk itu. Terima kasih,"
Soal persaingan ketat di posisi penyerang, ia malah punya sudut pandang lain. Bagi Eksel, itu bukan ancaman, melainkan sumber motivasi.
"Buat saya, pemain-pemain yang datang ke Persija, saya anggap bukan saingan, tapi saudara saya. Buat motivasi saya, ya kita saling bicara buat tim ini siapa yang lebih bagus, pasti dia akan main. Dan posisi saya striker lokal saya sangat bangga dan senang bisa ada senior-senior kayak Gustavo, ada striker yang baru datang juga. Saya sangat senang dan saya belajar dari dia, dan saya sabar untuk bermain sama mereka,"
Kata-katanya sederhana, tapi punya bobot. Sekarang, tinggal menunggu apakah performa memukau di SUGBK itu cukup untuk membawanya melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Aprilia Tak Coret Marc Marquez dari Calon Juara MotoGP 2026, Rivola Ingatkan Kisah Bagnaia
AS Roma Incar Mason Greenwood untuk Perkuat Lini Serang di Liga Champions
Bonucci Dukung Guardiola Tangani Timnas Italia, Capello Justru Ragukan Kesesuaian Gaya Melatih
Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Final UEFA Conference League 2026 Hadirkan Duel Tim Kejutan