Di ruang sidang Universitas Riau, suara kritik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru bergema. Anggota Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, tak ragu menyebut ada ketidakadilan yang dirasakan perguruan tinggi swasta (PTS) akibat mekanisme yang diterapkan PTN.
Menurutnya, jalur masuk PTN terutama jalur mandiri punya potensi besar mempersempit peluang PTS mendapatkan mahasiswa. "Problematikanya adalah perguruan tinggi swasta menganggap ini tidak adil," tegas Fikri.
Ia melanjutkan, "Jalur PTN itu ada yang lewat tes, ada tidak tes, kemudian diperpanjang lagi ada jalur Mandiri. Kalau memang benar memberatkan perguruan tinggi swasta, maka kita harus meluruskan."
Pernyataan itu disampaikannya dalam kunjungan kerja spesifik di Pekanbaru, Senin lalu. Fikri lantas menegaskan peran yang seharusnya dibedakan.
"PTN itu seharusnya didorong untuk mutu, sedangkan PTS untuk mendorong aksesibilitas," lanjutnya.
Persoalan utamanya tidak cuma soal jenis jalur. Lamanya periode pendaftaran jadi sorotan lain. Dalam praktiknya, proses penerimaan mahasiswa baru di PTN kerap berlarut-larut hingga pertengahan tahun.
"Waktu itu juga dianggap PTN terlalu panjang, bahkan sampai Juli, sebagian konon katanya sampai Agustus," ujar Fikri.
Artikel Terkait
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik
Guru Temukan Kamera Tersembunyi di Toilet Wanita Pantai Seruni, Pelaku Petani Rumput Laut Ditangkap
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut