Mangkunegaran Run 2026 Sertifikasi Internasional, Suntikkan Dampak Ekonomi Rp40 Miliar ke Solo

- Minggu, 12 April 2026 | 11:30 WIB
Mangkunegaran Run 2026 Sertifikasi Internasional, Suntikkan Dampak Ekonomi Rp40 Miliar ke Solo

Jakarta Solo akan kembali ramai oleh langkah ribuan pelari. Mangkunegaran Run 2026, bagian dari perayaan Adeging Mangkunegaran, telah dijadwalkan pada 3 Mei mendatang. Lebih dari 7.700 peserta diperkirakan akan memadati jalanan kota, memilih di antara tiga kategori lomba: 5K, 10K, dan Half Marathon. Untuk mendukung kelangsungan acara ini, Permata Bank kembali diajak sebagai mitra strategis.

Menariknya, rute lari tahun ini tak main-main. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X mengungkapkan bahwa lintasan tersebut telah resmi disertifikasi oleh Badan Atletik Dunia. Prosesnya sendiri dipantau langsung oleh perwakilan bernama Kim Vivan yang datang khusus ke Solo.

“Sertifikasi lintasan lari diperlukan untuk menjamin standar kualitas, keamanan, dan keadilan dalam perlombaan. Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi cedera, serta diakui secara internasional, yang penting untuk validasi rekor dunia maupun catatan waktu resmi atlet,”

Demikian penjelasan Kanjeng Gusti dalam konferensi pers Mangkunegaran Run 2026 di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Ini adalah tahun keempat penyelenggaraannya. Menurutnya, ajang ini terus berupaya mencari cara baru untuk menyampaikan nilai-nilai budaya. Bukan sekadar seremoni belaka, tapi sebuah kegiatan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Intinya, Mangkunegaran Run ingin jadi ruang kebersamaan yang memadukan olahraga, budaya, dan interaksi sosial terbuka untuk siapa saja.

Di sisi lain, Wali Kota Solo, Respati Adi, menyambut baik perkembangan ini. Partisipasi yang melonjak dari hanya 4 ribuan pelari di tahun 2023 menjadi 7.750 pelari sekarang, jelas merupakan pertanda positif.

“Kami melihat perkembangan yang sangat positif, terutama dari sisi partisipasi dan antusiasme masyarakat. Setiap tahun jumlah peserta meningkat, dan yang lebih penting, semakin banyak komunitas yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa Mangkunegaran Run sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya event tahunan,”

katanya.

Baginya, keunikan acara ini terletak pada atmosfernya. Ini bukan cuma soal lari. Ini tentang menghirup udara Solo yang sarat sejarah. Pelari akan dibawa melewati berbagai landmark bersejarah, sehingga mereka pulang dengan lebih dari sekadar keringat tapi juga kenangan akan identitas kota.

Dukungan dari sektor swasta juga punya peran besar. Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank, menjelaskan keterlibatan banknya lebih dari sekadar sponsor.

“Partisipasi kami dalam Mangkunegaran Run 2026 ini merupakan upaya Permata Bank dalam mendukung ekosistem kegiatan aktif yang mempertemukan aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas dalam wadah olahraga sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, khususnya sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan pelaku usaha (UMKM) di Solo.”

Lebih lanjut, Meliza menyebut ada inisiatif hijau yang menyertai. Melalui program ‘1 Misi Hijaukan Bumi’, total jarak yang ditempuh semua pelari akan dikonversi menjadi aksi nyata. Perhitungan emisi karbon yang terhindarkan dari sekitar 7.000 pelari itu akan diwujudkan dengan menanam hingga 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi. Tujuannya, membantu melindungi habitat gajah Sumatra.

Selama perayaan Adeging Mangkunegaran, Permata Bank juga menawarkan beragam promosi. Mulai dari bonus saldo awal untuk nasabah baru, keuntungan bertransaksi dengan QRIS di area kuliner Mangkunegaran MakaN-MakaN, hingga aneka permainan menarik di booth mereka.

Lalu, seberapa besar dampak riil acara ini? Ade Wahyudi, Co-Founder & COO Katadata Indonesia, mencoba menjawabnya. Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center, Mangkunegaran Run disebut menyuntikkan dampak ekonomi sekitar Rp40 miliar ke Kota Solo.

“Rata-rata pengeluaran pelari Rp2,5 juta di luar tiket. Sebagian besar pengeluaran untuk hotel, konsumsi, oleh-oleh dan wisata,”

ungkap Ade.

Angkanya cukup signifikan. Omzet pelaku usaha lokal dilaporkan naik 103 persen, sementara jumlah pengunjung ke usaha-usaha tersebut melonjak 130 persen. Jadi, selain membangun kebersamaan, acara ini benar-benar menggerakkan roda perekonomian dan memperkenalkan Solo ke khalayak yang lebih luas.

(ASM)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar