Gedung PKK di Watampone ramai pada Senin (13/4/2026) lalu. Suasana itu bukan untuk acara biasa, melainkan pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tahun 2026. Acara ini jadi penanda dimulainya program peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor koperasi dan UMKM.
Ini adalah buah kerja sama Pemerintah Kabupaten Bone dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dari Bantaeng. Tujuannya jelas: membekali para pelaku koperasi dengan keterampilan yang relevan dan aplikatif.
Tak tanggung-tanggung, perwakilan dari seluruh 27 kecamatan di Bone hadir memenuhi undangan. Di antara peserta, terlihat juga sejumlah pejabat. Kepala BPVP Bantaeng, Arsyad, dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Bone turut hadir menyemarakkan acara. Pembukaannya sendiri dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin.
Dalam sambutannya, Arsyad menekankan arti penting program ini. Ia menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari komitmen nasional Kementerian Ketenagakerjaan.
“Program ini harus kita sukseskan bersama, antara BPVP Bantaeng dan Pemkab Bone. Kami yakin Bone punya peran sentral di wilayah kerja kami,” ujar Arsyad dengan tegas.
Ia melanjutkan, meski secara administratif balainya berada di Bantaeng, jangkauan pelayanannya jauh lebih luas. BPVP Bantaeng, katanya, punya tanggung jawab moral untuk ikut menguatkan SDM di daerah lain seperti Bone.
“Balai ini hakikatnya juga milik masyarakat Bone. Kami datang dengan komitmen, salah satunya melalui program baru bernama Talent Hub yang sedang kami persiapkan,” tambahnya.
Di sisi lain, respons dari pemerintah daerah sangat positif. Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin tak segan memberikan apresiasi atas konsistensi BPVP Bantaeng.
Menurutnya, kolaborasi seperti inilah kunci untuk mendongkrak kualitas tenaga kerja lokal. Tanpa sinergi, program sehebat apapun bisa mandek di tengah jalan.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk BPVP Bantaeng yang konsisten memberi pelatihan. Program nasional butuh dukungan semua pihak, termasuk kami di daerah,” ungkap Andi Akmal.
Ia pun menegaskan kesiapan penuh Pemkab Bone. Dukungan fasilitas dan kolaborasi akan terus diberikan agar setiap pelatihan mencapai tujuannya.
“Kami siap berkolaborasi. Daerah punya tempat, pusat punya program dan anggaran. Ini harus berjalan beriringan sebagai satu kesatuan,” tegasnya.
Pernyataan itu punya dasar yang kuat. Kabupaten Bone, dengan jumlah penduduk yang besar, memang menyimpan potensi SDM yang strategis di kawasan Sulsel. Oleh karena itu, pelatihan berbasis kompetensi bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum