Korlantas Polri Siapkan Empat Klaster Pengamanan untuk Operasi Ketupat 2026

- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:25 WIB
Korlantas Polri Siapkan Empat Klaster Pengamanan untuk Operasi Ketupat 2026

Di Ruang Mataram, Kementerian Perhubungan, suasana rapat koordinasi terasa cukup padat. Selasa (24/2/2026) itu, sejumlah pihak berkumpul membahas persiapan Angkutan Lebaran dua tahun mendatang, 2026. Salah satu yang hadir adalah Brigjen Wibowo, Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri. Dari awal, dia menegaskan kesiapan jajarannya untuk menghadapi gelombang mudik dan balik nanti.

Bagi Wibowo, Operasi Ketupat yang rutin digelar itu bukan cuma soal pengaturan lalu lintas semata. Lebih dari itu, momen ini dipandang sebagai kesempatan untuk benar-benar hadir melayani masyarakat.

"Operasi Ketupat ini bukan sekadar operasi penjagaan dan pengaturan saja bagi kami," ujarnya.

"Ini adalah momen bagi kita semua untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keselamatan."

Supaya lebih fokus, pengamanan tahun ini dibagi dalam empat klaster. Pertama, tentu saja menyangkut jalur arteri dan tol. Selanjutnya, tempat ibadah serta kawasan wisata jadi perhatian khusus. Klaster ketiga mencakup lokasi penyeberangan, sementara yang terakhir adalah titik-titik pergerakan mudik seperti terminal, bandara, dan stasiun.

"Kami menentukan ada empat klaster dalam kegiatan pengamanan Operasi Ketupat tahun ini, sehingga penanganan bisa lebih terfokus dan terukur," kata Brigjen Wibowo.

Dia lantas menyoroti satu wilayah yang selalu jadi perhatian: Jawa Barat. Menurutnya, provinsi ini menjadi 'titik lelah' utama bagi pemudik yang datang dari Sumatera. Kepadatan di sepanjang jalur tol kerap tak terhindarkan, terutama saat waktu-waktu krusial seperti buka puasa atau istirahat di rest area.

"Sehingga beberapa inventarisir masalah yang coba kami himpun untuk wilayah di Jawa Barat, kendala di jalur tol ini terutama pada saat-saat tertentu ada rest area, khususnya pada saat masyarakat akan buka puasa atau istirahat," jelasnya.

Tak hanya pengawasan, rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan. Langkah-langkah seperti pengalihan arus, contraflow, hingga sistem satu arah per penggal akan diterapkan secara situasional. Ini terutama di titik-titik yang volumenya tinggi tapi kapasitas jalannya terbatas.

"Kami tetap menggunakan rekayasa yang dimulai dari pengalihan arus, contraflow, sampai dengan one way per penggal, khususnya di wilayah yang padat intensitas kendaraannya namun tidak didukung sarana jalan yang memadai," ujarnya.

Pada akhirnya, semua upaya ini bertujuan satu hal: mewujudkan mudik yang aman dan lancar untuk Lebaran 2026. Dengan sinergi antar kementerian dan lembaga, Korlantas Polri berharap perjalanan pulang kampung bisa memberi kenyamanan bagi semua. Tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' yang diarahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun dijadikan pedoman bersama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar