Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru

- Rabu, 03 Juni 2026 | 04:30 WIB
Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara pada Selasa (2/6), didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Mohammad Qodari.

Dalam pernyataannya, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden tidak hanya menetapkan Nanik S Deyang sebagai orang nomor satu di BGN, tetapi juga mengangkat dua wakil kepala baru. “Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kemudian saudari Agustina Arum Sari sebagai Wakil Kepala BGN yang baru dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” ucapnya.

Pergantian pimpinan ini dilakukan setelah melalui proses evaluasi yang berlangsung sekitar satu setengah tahun. Menurut Prasetyo, posisi BGN dinilai sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat. “Selama kurang lebih mungkin 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026 bahwa presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” tuturnya.

Pemerintah berharap para pimpinan BGN yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal. Selain itu, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi prioritas agar program-program gizi nasional tetap berjalan optimal. “Tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota, serta memastikan seluruh program badan gizi nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo.

Keputusan Presiden Prabowo untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN telah menjadi sorotan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa langkah ini diambil demi efektivitas dan percepatan pencapaian target pembangunan gizi masyarakat yang lebih baik ke depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar