Sabtu malam (10/1), sekitar pukul sepuluh kurang dua menit, getaran keras tiba-tiba mengguncang Melonguane. Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo itu langsung membuat warga berhamburan keluar rumah. Pusatnya tak jauh, hanya sekitar 52 kilometer di tenggara kota, dan dangkal sekali sedalam 17 kilometer di bawah laut.
Untungnya, BMKG dengan cepat mengeluarkan pernyataan. Lewat akun X-nya, mereka menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kabar yang tentu saja melegakan banyak pihak.
"Tidak berpotensi tsunami,"
Meski begitu, guncangannya ternyata luas sekali jangkauannya. Menurut sejumlah saksi, getaran terasa hingga ke Tobelo, Ternate, dan wilayah Minahasa Utara. Rasanya bervariasi, dari yang cukup kuat sampai hanya getaran halus.
"Dirasakan (MMI) III-IV Tobelo, III-IV Sitaro, II-III Ternate, II-III Minahasa Utara, II-III Bitung, III Morotai,"
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan parah atau korban jiwa. Malam itu, warga lebih memilih untuk tetap waspada dan bertahan di luar rumah, menunggu situasi benar-benar aman. Suasana mencekam, tapi setidaknya ancaman besar berupa gelombang tsunami sudah bisa dikesampingkan.
Artikel Terkait
Kuota Haji Plus Bocor ke Jalur Furoda, Uang Triliunan Menguap
Pramono Anung Usulkan Patung MH Thamrin Dipindah ke Jantung Bundaran
Diplomasi Prabowo Berbuah, Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
Dari Hatta hingga Gibran: Ironi Kualitas Wakil Presiden di Tengah Gelombang Literasi