Isu iuran keanggotaan di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) ramai dibicarakan. Tapi, bagi Indonesia, fokusnya bukan di situ. Pemerintah, lewat Kementerian Luar Negeri, menegaskan bahwa partisipasi mereka di forum itu punya tujuan yang lebih mendasar: membantu warga Gaza.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dengan tegas menyatakan bahwa urusan administrasi tidak boleh mengganggu tujuan utama organisasi. "Jangan sampai dinamika administrasi menghambat mandat Board of Peace," ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat lalu.
Ia melanjutkan, "Jangan sampai hal itu menghambat fokus kita untuk melindungi warga sipil dan melakukan berbagai upaya rekonstruksi dan membantu saudara kita di Gaza."
Pernyataan ini jelas merespons pertanyaan seputar iuran, terutama setelah Israel memutuskan untuk berhenti membayar kontribusi keanggotaan ke organisasi yang dibentuk di era Donald Trump itu.
Menurut Yvonne, Menteri Luar Negeri Sugiono sudah memberikan penegasan. Intinya, Indonesia bergabung dengan BoP tanpa dibebani kewajiban untuk membayar sejumlah dana tertentu. "Tidak ada persyaratannya untuk menjadi anggota Board of Peace dengan kita harus membayar kontribusi dana," katanya.
Sebelumnya, Menlu Sugiono juga sudah angkat bicara. Saat berada di Washington DC, ia menyampaikan bahwa Indonesia tetap menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian meski tidak menyetor dana sebesar 1 miliar dolar AS. Angka fantastis itu, ditegaskannya, bukanlah iuran wajib atau semacam tiket masuk untuk keanggotaan.
Lalu, bagaimana bentuk kontribusi Indonesia? Pemerintah memilih jalur yang lebih konkret dan langsung menyentuh kebutuhan di lapangan. Alih-alih urunan dana, Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke International Stabilization Force (ISF).
Ini bukan wacana. Kemlu menyebutkan bahwa sekitar 8.000 personel sudah disiapkan untuk mendukung misi yang disepakati dalam forum tersebut. "Saat ini kontribusi dan fokus Indonesia juga ada pada pengiriman pasukan kita ke ISF," jelas Yvonne.
Dengan langkah ini, pesannya jelas. Indonesia ingin menekankan komitmennya pada upaya stabilisasi dan pemulihan Jalur Gaza melalui aksi nyata. Bukan sekadar urusan kontribusi finansial yang kerap jadi perdebatan.
Artikel Terkait
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa