Jumat lalu, tepatnya 27 Februari 2026, para pengurus APPSI berkumpul. Mereka menggelar Pra-Rapat Kerja Nasional yang agendanya cukup jelas: memperkuat peran asosiasi dalam mendukung program pemerintah. Fokus utamanya? Menjaga harga pangan agar tetap stabil dan terjangkau di tengah masyarakat.
Ketua Umum APPSI, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, bicara blak-blakan. Ia menegaskan, seluruh anggota punya tanggung jawab moral untuk mendukung program-program strategis pemerintahan Prabowo Subianto. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari pendukung setia yang ikut berjuang hingga Prabowo terpilih.
"Kita adalah orang yang mendukung dan ikut berjuang sampai dengan Pak Prabowo menjadi presiden, maka kita juga harus ikut aktif mensukseskan program-program beliau," ujar Sudaryono lewat unggahan media sosialnya, Jumat itu.
Intinya, dia mau para pedagang dan pengurus APPSI jadi ujung tombak pemerintah di lapangan. Menjadi instrumen aktif untuk menstabilkan harga di pasar, terutama untuk komoditas pokok macam beras dan minyak goreng. Di sisi lain, sektor pertanian juga harus digenjot. Logikanya sederhana.
"Untuk pertanian, kita butuh petani yang banyak nanam. Kalau banyak nanam, insyaAllah banyak panennya. Kalau banyak panennya, insyaAllah banyak penghasilannya," paparnya.
Soal Pasar Tradisional dan Instruksi Tegas
Namun begitu, persoalan tak cuma soal harga. Sudaryono menyoroti nasib pasar tradisional. Ia minta pemerintah daerah, para Bupati dan Walikota, turun tangan memberikan dukungan penuh. Pasar harus dijaga agar tetap bersih, layak, dan punya daya saing.
Artikel Terkait
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
Dua Pria Bersenjata Celurit Rampok Minimarket di Palangka Raya
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum
Kedai Baca di Bone Jadi Favorit Ngabuburit Ramadan, Fasilitas Lengkap dan Gratis