Jakarta dan BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara dengan Prakiraan hingga Tiga Hari ke Depan

- Minggu, 07 Juni 2026 | 04:15 WIB
Jakarta dan BMKG Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara dengan Prakiraan hingga Tiga Hari ke Depan

Pemerintah Provinsi Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara yang dirancang untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran udara. Melalui sistem ini, warga Jakarta nantinya dapat mengetahui prakiraan kondisi kualitas udara hingga tiga hari ke depan, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.

Sistem prakiraan tersebut dikembangkan menggunakan teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban. Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menjelaskan bahwa teknologi ini mampu memetakan kondisi polusi udara secara rinci hingga radius satu kilometer, mencakup seluruh 44 kecamatan di Jakarta. “Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren ISPU hingga tiga hari ke depan, kondisi meteorologi, peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari,” ujar Albert, Minggu (7/6/2026).

Albert menambahkan, SILAM Urban dikembangkan dengan memanfaatkan data inventori emisi lokal, mulai dari emisi sektoral hingga emisi polutan. Dukungan data tersebut memungkinkan sistem menghasilkan prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan spesifik untuk wilayah Jakarta. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa pengembangan EWS kualitas udara merupakan bagian dari langkah Pemprov Jakarta untuk memperkuat upaya pencegahan pencemaran udara sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.

“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan, sementara masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” kata Dudi. Menurutnya, informasi prakiraan kualitas udara akan sangat bermanfaat bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Warga dapat mengambil langkah antisipatif, seperti menggunakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara diperkirakan memburuk.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar